Gokana Ramen & Tepan Blok M Plaza

gokana ramen dan tepan blok m plaza

Gokana Ramen & Tepan Blok M Plaza menjadi tempat makan pertama yang saya dan Minyu kunjungi di tahun 2016 ini. Tentunya bersama si kecil yang tidak boleh ketinggalan. Sebab tujuan awal kami ke Blok M Plaza adalah untuk membeli baju untuk Sabiq untuk menggantikan baju lamanya yang sudah kekecilan.

Di penghujung tahun 2015…

“Tanggal 4 Januari itu hari apa?” tanya Minyu.

“Hari Senin,” jawab saya. Saya tahu arah pertanyaan Minyu tersebut. Sebab tanggal itu adalah salah satu tanggal bersejarah dalam perjalanan hidup kami berdua. “Nggak bisa makan di luar!” sambung saya sambil nyengir.

“Kalau gitu, hari Sabtu ke Gokana aja. Habis beli kaos Sabiq, makan di sana,” usul Minyu sekaligus menawarkan saya untuk membandingkan rasa ramen di Gokana dengan ramen yang pernah saya cicipi beberapa waktu yang lalu di tempat yang berbeda. Saya langsung menyetujuinya.

2 Januari 2016

Setelah membeli beberapa stel kaos untuk Sabiq yang kebetulan sedang ada promo beli 2 gratis 1 plus voucher belanja Rp. 50.000 setiap belanja dalam jumlah tertentu, kami langsung menuju Gokana Ramen & Tepan yang terletak di lower ground Blok M Plaza.

Sekilas tempatnya cukup nyaman. Ada dua macam kursi atau tempat duduk. Di bagian tengah ada kursi plastik dengan warna merah dan putih. Sementara di bagian sisi-sisinya ada kursi empuk seperti sofa dengan warna coklat. Ada yang terdiri dari dua kursi saja di setiap meja dan ada pula yang berbentuk panjang yang menempel dengan dinding. Kami memilih tempat di kursi empuk yang panjang agar bisa meletakkan Sabiq yang sedang tidur pulas setelah mendapatkan beberapa kaos baru 😀

Seorang pelayan langsung memberikan daftar menu kepada saya dan Minyu. Pilihannya cukup beragam. Setelah melihat-lihat, pilihan saya jatuh pada beef curry ramen yang harganya Rp. 30.000 (belum termasuk pajak). Sementara Minyu memilih hot ramen dengan katsu yang harganya juga sekitar tiga puluh ribuan. Seandainya mau nambah uang sebesar enam ribuan, bisa upgrade ukuran ke jumbo. Alhamdulillah, menu yang tersedia sudah bersertifikat halal MUI.

Minyu menawarkan apakah saya mau upgrade ke ukuran jumbo. Tetapi saya ragu. Soalnya melihat dui gambar sepertinya ukuran yang biasa saja sudah cukup banyak. Minyu pun mengatakan hal yang sama sebab sebelumnya Minyu sudah pernah menikmati ramen di Gokana ini.

Untuk minumannya, saya memilih es teh manis. Minyu memilih es lemonade.

Kami sengaja memilih menu yang berbeda agar bisa menyicipi makanan satu sama lain. Untuk romantis-romantisan? Bisa. Tapi yang terpenting adalah untuk mendapatkan keberkahan ketika makan bersama-sama.

Setelah memesan, kami menungu.

Saya melemparkan pandangan ke sekeliling. Memperhatikan suasana tempat dan juga orang-orang yang sedang makan. Lalu mata saya tertuju pada sepasang lelaki dan perempuan, mungkin suami-istri, yang sedang menikmati makanan yang saya pikir adalah kentang goreng. Keduanya mencocol makanan tersebut ke piring saos sebelum dinikmati.

“Nggak nambah kentang goreng?” tanya saya kepada Minyu setelah melihat pasangan tersebut.

“Emang ada? Tadi nggak lihat di menu,’ jawab Minyu.

“Itu!” saya lalu meminta Minyu menoleh ke belakang.

“Oh, itu kerupuk!”

Ternyata bukan kentang 😀

Minyu lalu mengambilkan kerupuk tersebut yang memang disediakan sebagai cemilan gratis kepada pengunjung ketika menunggu pesanan yang belum diantar. Saya lihat di dekat pintu masuk ada dua stoples kaca besar berisi kerupuk yang saya pikir adalah kentang.

Tak lama kemudian, pesanan kami datang. Tanpa pikir panjang, langsung kami santap. Dan rasanya, tidak mengecewakan di samping harganya juga lebih murah dibandingkan tempat saya menikmati ramen sebelumnya. Dan sepertinya, porsinya juga lebih besar 😀


Tulisan Terkait Lainnya :