Find Someone complementary, Not Supplementary

Semalam I call you, you tak answer saya menemani Minyu yang sedang menyetrika pakaian di dalam kamar. Ketika Minyu mulai beraktifitas, saya mengambil sebuah buku, tepatnya sebuah novel, yang merupakan hadiah dari penerbitnya karena tulisan saya yang berjudul “Sepucuk Surat Untuk Ayah” terpilih menjadi salah satu pemenang beberapa waktu yang lalu.

Ada kalimat atau dialog yang ingin saya baca ulang di dalam novel “Sabtu Bersama Bapak” tersebut. Setelah berada di tangan, segera saya membolak-balik halaman untuk menemukan kalimat atau dialog yang cari. Tak lama kemudian, saya menemukannya.

Complimentary itu artinya apa yah?” tanya saya kepada Minyu. Sebelumnya saya mencoba mencari arti kata tersebut di intenet melalui handphone. Sayangnya, koneksi internet di handphone saya tidak bisa aktif meski sudah dicoba beberapa kali.

Minyu mengambil BB-nya dan membuka internet, lalu mengetikkan kata “complimentary” di halaman google translate.

“Kok artinya gratis?” ucap Minyu seperti tak percaya.

Selanjutnya, kami mencocokan huruf demi huruf antara kata yang diketik oleh Minyu dengan yang tertulis di dalam novel. Benar. Sama persis. Sepertinya ada yang kurang pas dengan penulisan kata berbahasa Inggris tersebut.

Beberapa waktu yang lalu, saya menuliskan kalimat lengkap di halaman google translate. “Find someone complimentary, not supplementary” yang kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi “menemukan seseorang gratis, tidak tambahan”. Lalu saya ganti salah satu huruf di kata ketiga sehingga menjadi “find someone complementary, not supplementary” yang kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi “menemukan seseorang pelengkap, bukan tambahan.” Saya berpikir, mungkin penulisan kalimat yang kedua yang lebih tepat.

Berikut saya petikkan kalimat dan dialog yang mencantumkan kalimat di atas. Saya ketik ulang apa adanya, tanpa mengubah sedikit pun.

“Kata Bapak saya… dan dia dapat ini dari orang lain. Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling ngisi kelemahan, Yu.”

“….”

“Karena untuk menjadi kuat, adalah tanggung jawab masing-masing orang. Bukan tanggung jawab orang lain.”

“….”

“Tiga dikurang tuga berapa, Yu?”

“Nol.”

“Nah. Misal, saya gak kuat agamanya. lantas saya cari pacar yang kuat agamanya. Pernikahan kami akan habis waktunya dengan si kuat melengkapi yang lemah.”

“….”

“Padahal setiap orang sebenarnya wajib menguatkan agama. Terlepas dari siapa pun jodohnya.”

“….”

“Tiga dikali tiga berapa, Yu?”

Ayu mengangguk, mengerti. Find someone complimentary, not supplementary. Dia jadi teringat perkataan Salman. Bahwa mereka bisa saling mengisi kekurangan.

Setelah membaca kalimat dan dialog di atas, saya menangkap ada sesuatu yang tidak pas. Tidak sinkron. Tapi bisa juga seh pandangan dan pikiran saya aja yang justru lagi nggak pas :D. Yang saya maksud tidak pas di atas adalah kalimat yang diucapkan Cakra bahwa hubungan seseorang dengan pasangan hidupnya bukanlah untuk mengisi kelemahan masing-masing agar menjadi lebih kuat. Sebab keduanya adalah sosok yang sudah kuat sebagai individu.

Mungkin pandangan di atas berpatokan bahwa mencari pasangan itu memiliki kriteria bagus agamanya, cantik atau tampan wajahnya, kaya, dan keturunan baik-baik sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Namun demikian, bukankah setiap orang tidak ada yang sempurna seratus persen? Bukankah di balik kelebihan yang dimiliki seseorang pasti terselip juga kelemahan? Saya meyakini itu. Jika memang demikian halnya, maka kalimat Cakra tidaklah sesuai. Quote “Find someone complimentary, not supplementary” rasanya lebih cocok. Setiap manusia, laki-laki dan perempuan pasti memiliki sifat yang sama. Hanya saja kadar di antara keduanya berbeda satu sama lain.

Iseng-iseng, saya mengetikkan kaklimat “someone complementary, not supplementary” di halaman google dan menemukan artikel yang kurang lebih mempertanyakan manakah yang lebih baik, saling melengkapi atau saling menambahkan di antara pasangan hidup?

Jawaban terbaik yang dipilih oleh penanya kurang lebih adalah sebagai berikut (saya terjemahkan sendiri semaunya) :

Setiap pasangan harus memiliki kombinasi dari keduanya. Untuk kondisi dan situasi tertentu, pasangan bisa saling menambahkan satu sama lain. Hal ini mungkin cocok bila keduanya memiliki pemikiran, hobi, atau sudut pandang yang sama. Namun di dalam kondisi dan situasi lain, pasangan harus melengkapi satu sama lain, semisal dalam hal kepribadian dan bakat. Pada akhirnya, setiap pasangan yang baik akan hidup dalam sebuah keseimbangan.

Ketika melengkapi coretan di atas, saya teringat dengan quote dalam sebuah film berjudul “This Means War” yang mengisahkan tentang dua orang agen pria bersaing untuk mendapatkan hati seorang perempuan yang ditaksir oleh keduanya. Pada akhirnya, sang perempuan harus memilih salah satu di antara dua lelaki yang juga menarik hatinya. Dalam kebingungan, sang perempuan curhat dengan seseorang (mungkin teman perempuan atau ibunya, saya lupa) dan mendapatkan sebuah nasihat yang sangat membantunya dalam mengambil keputusan. Nasihat itu berupa, “Don’t choose the better guy, but choose the guy that gonna make you the better girl.”


Tulisan Terkait Lainnya :