[Prompt #53] Jangan Buang Aku!

sumber

“Kamu masih ingat kapan dirimu memberikan Teddy Bear  ini?” tanya Lenita kepada Ronan yang sedang menata ulang kamar tidur mereka untuk menyambut kehadiran buah hati mereka.

“Masih,” jawab Ronan sambil menyeka keringat di wajahnya. “Saat itu kita berada di sebuah taman hiburan. Aku mendapatkannya karena berhasil menjatuhkan tiga buah kaleng dalam satu kali lemparan bola di arena ketangkasan. Lalu kamu membawanya saat kita berkeliling taman hiburan sambil menikmati es krim.”

“Selama kurang lebih lima tahun, Teddy Bear  ini menemani kesendirianku.” Lenita mengusap perutnya yang sudah besar. “Tak lama lagi, aku tak akan membutuhkannya, sebab akan lahir bayi kita yang akan menjadi penghuni baru rumah ini.”

“Kamu akan membuangnya?” Tanya Ronan.

“Jika kamu tidak keberatan, aku akan menyimpannya di gudang.”

“Terserah dirimu saja. Boneka itu milikmu. Kamu bisa lakukan apa saja sesuai dengan keinginanmu.”

*****

Suatu malam, Lenita sedang menggendong Daisy, putrinya, di ruang tamu. Tiba-tiba matanya menangkap keberadaan boneka Teddy Bear di atas sofa.

“Ronan!” Lenita langsung memanggil sang suami yang sedang berada di dapur.

“Apa kamu yang mengeluarkan Teddy Bear dari gudang dan meletakkannya di sini?” tanya Lenita ketika Ronan sudah berada di hadapannya.

“Tidak. Aku tidak melakukannya,” jawab Ronan yang langsung membawa boneka tersebut kembali ke gudang.

“Aneh!” pikir Lenita.

Selang beberapa hari kemudian, kejadian serupa terulang kembali. Beberapa kali. Lenita kadang menemukan bonekanya tergelatak di dapur atau di ruang makan.

“Kamu yakin tidak mengeluarkan Teddy Bear ini dari gudang?” Lenita menanyakan Ronan untuk kesekian kalinya.

“Iya. Aku tidak pernah mengeluarkannya dari gudang.”

“Tapi kenapa aku sering menemukannya di dalam rumah ini?”

“Kamu tidak percaya dengan jawabanku?”

Lenita tak menjawab. Sulit baginya untuk tidak mempercaryai jawaban Ronan. Namun dirinya juga tidak bisa percaya jika boneka Teddy Bear tersebut bisa keluar dari gudang dengan sendirinya.

“Jika boneka itu mengganggumu, aku akan membuangnya.”

Lenita masih tak menjawab.

Ronan langsung mengambil boneka tersebut dan segera membuangnya ke tempat sampah di luar rumah.

“Aku sudah membuang Teddy Bear itu. Kupastikan kamu tak akan melihatnya berkeliaran lagi di rumah ini.”

*****

Lenita menyandarkan tubuh lelahnya di sofa. Sementara Daisy sudah terlelap di baby box-nya, di dalam kamar. Lenita menyalakan televisi untuk mengusir rasa jenuh menunggu kepulangan Ronan yang lembur di kantor. Tak lama kemudian, kedua matanya terpejam.

“Owaaa… Owaaaa!”

Mendengar tangisan Daisy yang tiba-tiba, Lenita terbangun, bangkit, dan langsung berlari menuju kamarnya.

Begitu masuk dan menuju baby box di mana Daisy berada, kedua mata Lenita terbelalak ketika melihat apa yang ada di hadapannya. Boneka Teddy Bear yang sebelumnya sudah dibuang oleh Ronan tiba-tiba berada di samping Daisy.

Amarah Lenita meninggi. Tangan kanannya langsung mencengkeram Teddy Bear dan membawanya ke halaman belakang rumah.

Seperti kesetanan, Lenita memukuli boneka Teddy Bear tersebut dengan sebuah cangkul kecil. Bertubi-tubi. Tak sampai di situ, Lenita menggali lubang dengan cangkul kecil tersebut,  memasukkan boneka yang sudah terkoyak itu ke dalam lubang, lalu menimbunnya.

“Lenita!” teriak Ronan yang baru tiba sambil melangkah menuju kamar.

Ronan tak menemukan Lenita di kamar. Dirinya juga tak menemukan Daisy di dalam baby box. Hanya ada boneka Teddy Bear.

*****

Jumlah : 492 kata untuk MFF Prompt #53 : Ice Cream and Teddy Bear