Spandex

Dahulu saya mempunyai pandangan bahwa perempuan yang mengenakan gamis atau rok panjang itu jauh lebih anggun daripada perempuan yang mengenakan celana panjang. Ini hanya penilaian pribadi. Mungkin tidak akan berlaku bagi orang lain. Sekarang, pandangan saya pun tetap sama. Minyu sendiri adalah perempuan yang lebih suka mengenakan rok dibanding celana panjang.

*****

Selepas shalat ashar, saya pergi ke ATM untuk menarik uang untuk menemani beberapa lembar uang ribuan di dalam dompet. Selesai bertransaksi, saya kembali ke gedung di mana ruang kerja saya berada.

Sebelum masuk gedung, saya melihat seorang perempuan mengenakan pakaian seragam yang sama dengan yang saya kenakan. Saya pastikan bahwa perempuan tersebut adalah pegawai di instansi yang sama dengan saya. Kemeja berwarna biru, mengenakan jilbab berwaran biru donker, serta mengenakan rok panjang berwarna senada dengan jilbabnya.

Saya memperhatikan pakaian perempuan tersebut terutama rok panjangnya. Bahan yang digunakan untuk rok tersebut seperti bukan bahan katun. Seperti bahan kaos. Saya menduga itu adalah bahan yang namanya Spandex.

Pertengahan tahun 2011 mungkin adalah kali pertama saya melihat pakaian dan orang yang mengenakan pakaian berbahan Spandex dalam sebuah acara yang saya hadiri. Meskipun saat itu saya belum tahu bahwa bahan pakaian yang dimaksud bernama Spandex. Saya baru tahu beberapa waktu yang lalu, tepatnya ketika memeriksakan kandungan Minyu ke rumah sakit. Saya bertanya apa naman bahanĀ  yang digunakan oleh salah seorang seorang perempuan yang ada di rumah sakit tersebut. Spandex, jawab Minyu.

Ketika saya menghadiri sebuah acara di pertengahan tahun 2011 tersebut, saya melihat seorang perempuan yang juga datang ke tempat tersebut mengenakan baju gamis berwarna hijau. Perempuan tersebut terlihat lebih anggun di mata saya. Namun beberapa saat kemudian pandangan saya menangkap sesuatu yang kurang pas dengan gamis yang dikenakannya. Gamis tersebut terlihat begitu melekat dengan tubuhnya sehingga memperlihatkan bagian yang seharusnya tidak terlihat dan tidak akan terlihat jika mengenakan pakaian dari bahan lain. Terlihat ketat.

Nah, kejadian yang nyaris serupa dengan peristiwa di tahun 2011 itu terjadi lagi seperti yang saya ceritakan di awal coretan ini. Perempuan tersebut berjalan seperti biasa dirinya berjalan. Namun, pandangan mata saya menangkap sesuatu yang seperti saya sebutkan sebelumnya, tidak akan terlihat jika dirinya mengenakan bahan pakaian yang lain.

Adakah para perempuan itu menyadarinya? Atau bola mata saya, sebagai seorang lelaki, yang terlalu bebas?