[Amazing Minyu] Dari Wadah yang Sama

es kelapa muda
Ada yang pernah mendengar ungkapan atau kalimat “makan sepiring berdua”?

Apa yang langsung terlintas di benak Anda ketika mendengar atau membaca kalimat tersebut?

Jika hasil penelusuran saya tepat, kalimat atau ungkapan tersebut dipopulerkan melalui lirik dalam sebuah lagu sekian tahun silam. Sepiring Berdua, judulnya. Berikut adalah dalam lirik lagu yang dimaksud.

pabila kuingat dirimu
di saat bersama
hidup sengsara
makan sepiring kita berdua
tidur pun setikar bersama

diriku merasa bahagia
mendampingi dirimu
dalam suka duka
walaupun hujan basah berdua
demi cinta aku pun rela

tiada kusangka, tiada kuduga
badai derita oh datang melanda
kini kau jauh entah dimana
tinggalkan aku didalam kecewa
mengapa tega hatimu
oh kasih…
cintaku engkau khianati

Sepertinya, tema yang disampaikan melalui lirik lagu tersebut adalah tentang kesengsaraan dan pengkhianatan. Dua hal yang saya yakin tak seorangpun mau merasakannya. Karenanya, saya tidak akan menceritakan tema makan sepiring berdua atau minum segelas bersama berdasarkan lirik lagu tersebut. Saya akan melihatnya dari sisi yang berbeda. Sisi romantisme. Sebab makan sepiring berdua atau minum segelas bersama tak selalu identik dengan kesengsaraan. Setuju?

Sepertinya, hampir semua laki-laki atau perempuan mau menikmati makanan atau minuman dari wadah yang sama dengan pasangannya. Tetapi apakah jumlah itu sebanyak laki-laki atau perempuan yang mau makan dari sendok yang sama dengan yang digunakan pasangannya atau minum dengan gelas atau sedotan yang sama dengan yang digunakan pasangannya?

Saya pikir jumlah laki-laki atau perempuan yang mau melakukan hal yang kedua lebih sedikit dibandingkan yang mau melakukan hal yang pertama. Mungkin alasannya berupa tidak terbiasa, tidak suka, jijik, atau takut tertular penyakit.

Sambil merebahkan diri di atas tempat tidur, saya bertanya kepada Minyu mengenai masalah di atas. Sebab selama ini, saya dan Minyu sering minum air dari gelas atau botol yang sama. Minyu juga sering menyuapi saya dengan sendok yang sedang digunakannya ketika makan jenis makanan tertentu. Mengapa Minyu mau melakukannya?

“Kalau Abang kena rabies, ya nggak mau!”

Sepertinya, Minyu melakukannya karena meyakini bahwa diri saya sehat sehingga dirinya mau menikmati makanan dan minuman yang berasal dari wadah yang sama.

“Lagian kalau nggak mau kan jadinya aneh!” timpal saya.

“Aneh gimana?”

“Ya masa ciuman mau tapi makan dan minum dari tempat yang sama nggak mau!”

😀

Terlepas dari sisi romantisme di atas, ada satu hal lagi yang tidak kalah penting, yaitu bahwa makan dan minum dari wadah yang sama merupakan salah satu hal yang dicontohkan oleh keluarga Rasulullah Shallallaahu Wa Sallam sebagaimana hadits-hadits berikut ini :

Dari Aisyah RA, ia berkata : Saya dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam “ (HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod)

Dari Aisyah Ra, ia berkata : Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haidh, lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur, dan riwayat lain yang senada dari Muslim)

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah. Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit Aisyah. (HR Muslim No. 300)


Baca Juga Cerita Amazing Minyu Lainnya :