Kado yang Aku Mau : Sarung Handphone

sarung handphone

Ceritakan kado apa sih yang paling kamu mau di tahun ini. Apa alasannya? Boleh dari suami, orang tua atau sahabat.

Kalimat di atas adalah tema dari “Giveaway Kado yang Aku Mau” yang akan saya ikuti dengan cara membuat coretan ini. Kado apa yang paling saya inginkan dan apa alasannya? Berikut adalah jawaban saya.

Setelah kado indah yang saya terima di awal tahun 2014  dan di akhir tahun 2014  kemarin, maka kado berikutnya yang paling saya inginkan saat ini adalah kado berupa sebuah rumah idaman. Rumah yang memiliki halaman baik di depan dan di belakang. Halaman tersebut ditanami dengan berbagai jenis tanaman bunga dan buah. Rumah tersebut juga memiliki sebuah garasi sebagai tempat memarkir kendaraan yang kelak akan saya miliki. Mungkin juga bisa dijadikan ruang serba guna untuk pelaksanaan acara keluarga.

Lho, kok jenis kadonya nggak sesuai dengan judul tulisan di atas?

Iya. Beda. Meski bukan hal yang mustahil saya akan mendapatkan kado sebuah rumah idaman dari orang tua, istri, atau sahabat, sebab apapun bisa terjadi jika Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkehendak. Kun fayakun. Namun yang demikian agak berat untuk bisa terealisasi dalam waktu dekat. Karenanya, jenis kado yang saya inginkan akan saya ralat. Saya akan sesuaikan dengan judul di atas 😀

Saya memiliki prinsip pakai sampai habis atau pakai sampai rusak ketika memiliki barang. Mungkin karena itulah saya bisa dikategorikan sebagai orang bertipe setia  *eeaaa*. Nah, di antara barang yang saya miliki, ada satu barang yang kondisinya tidak bagus lagi. Sarung handphone.

Bagian depan sarung handphone tersebut memang masih terlihat bagus seperti foto ilustrasi di atas. Namun bagian belakangnya sudah robek-robek. Maklum, usianya mungkin sudah lima tahun. Lebih tua daripada usia handphone yang sering berada di dalamnya. Maka wajar jika kondisinya demikian. Jadi mungkin sudah waktunya sarung handphone tersebut diganti dengan yang baru.

Saya pikir, kado berupa sarung handphone jauh lebih wajar jika dibandingkan dengan rumah idaman. Harganya jelas jauh lebih murah. Jadi kemungkinan untuk terealisasi dalam waktu dekat akan lebih besar. Karenanya, saya memilih benda tersebut sebagai kado yang saya inginkan dari Minyu, istri saya.

Saya tidak menyampaikan keinginan tersebut kepada Minyu. Saya juga tidak mengharapkan jika Minyu menyerahkan kado itu langsung ke tangan saya. Saya berkhayal, jika Minyu menggunakan jasa pengiriman untuk mengirim kado tersebut ke rumah. Lalu saya akan menerimanya di salah satu hari di bulan Februari yang bertepatan dengan tangal kelahiran saya. Pastinya, ada unsur kejutan di situ. Dan tentu saja, romantis. *Uhuks!*

 


Tulisan Terkait Lainnya :