Catatan Satpam

satpam

ca.tat
[v] , men.ca.tat v (1) menuliskan sesuatu untuk peringatan (dl buku catatan): ia ~ semua kegiatan anak buahnya; (2) menuliskan apa yg sudah ditulis atau diucapkan orang lain; menyalin: ia sedang ~ bahan kuliahnya; (3) memasukkan ke dl buku (daftar); mendaftar: ia sedang ~ semua pengeluarannya (tt uang belanja); ~ barang inventaris; ~ calon murid-murid baru; (4) memperoleh atau mencapai (hasil, kemenangan, rekor): dl putaran pertama regu A telah dua kali ~ kemenangan; (5) memasukkan (suara, ujaran) ke dl pita perekam; merekam: pita perekam ini berhasil ~ semua omongannya

Sepertinya, di setiap kantor memiliki seorang pegawai yang bertugas untuk menjaga keamanan. Seorang satpam. Bahkan di beberapa kantor, tugas seorang satpam mungkin tak hanya menjaga kemanan. Pegawai yang biasanya berseragam putih biru atau kadang mengenakan baju safari terlihat gesit melayani para tamu. Di bank tempat saya sering melakukan transaksi misalnya, pak satpam dengan ramah menyambut kedatangan saya, menyerahkan nomor antrian, dan menunjukkan formulir yang saya butuhkan.

Kantor tempat saya bekerja, yang memiliki beberapa gedung dengan sekian lantai dan beberapa ribu pegawai, mempekerjakan banyak satpam. Ada beberapa satpam yang bertugas di pintu gerbang. Sebagian ada yang bertugas di lobi gedung untuk menyambut kedatangan tamu atau membukakan pintu untuk pegawai. Sebagian bertugas di lapangan untuk mengatur lalu-lalang kendaraan yang masuk baik milik pegawai maupun tamu. Sebagian ada yang bertugas di pintu masuk tiap-tiap lantai. Sebagian lagi bertugas di tempat parkir untuk menjaga keamanan kendaraan yang diparkir.

Di antara tugas atau pekerjaan para satpam di kantor saya, ada satu pekerjaan yang sepertinya hanya dilakukan oleh satpam yang bertugas di tempat parkir sepeda motor. Pekerjaan tersebut adalah mencatat. Entah pekerjaan tersebut sudah menjadi tugas dari atasan mereka atau hanya inisiatif mereka. Wallaahu a’lam.

Apa yang mereka catat?

Sebenarnya, setiap sepeda motor yang masuk ke tempat parkir akan diberikan kartu parkir oleh satpam. Namun, jumlah kartu tersebut tidak sebanyak jumlah pegawai yang memarkirkan sepeda motor yang di tempat tersebut. Saya sendiri jarang sekali mendapatkan kartu parkir tersebut ketika saya tiba di tempat parkir. Mungkin saya datang lebih siang dibandingkan pegawai lainnya.

Ada dua pintu masuk sepeda motor yang masing-masing dijaga oleh dua orang satpam. Ketika persediaan kartu parkir di tangan mereka sudah habis, maka pekerjaan mencatat mulai mereka lakukan. Satpam pertama memperhatikan nomor seri setiap sepeda motor yang masuk kemudian menyebutkan dengan suara keras. Satpam kedua bertugas untuk mencatat kombinasi huruf dan angka yang disebutkan rekannya di atas kertas. Begitu seterusnya.

Pekerjaan yang sama pun dilakukan oleh para satpam tersebut ketika jam pulang kantor. Entah oleh satpam yang sama atau mungkin oleh rekannya yang lain. Hanya saja, jika ada pengendara sepeda motor yang memberikan kartu parkir, maka nomor kendaraan mereka tidak dicatat oleh satpam.

Hingga saat ini, saya belum tahu fungsi dan tujuan para satpam tersebut melakukan pencatatan nomor seri setiap sepda motor yang masuk secara pasti. Namun saya meyakini bahwa pencatatan tersebut pasti memiliki manfaat bagi para satpam tersebut dalam menjalankan tugas mereka. Pasti mereka melakukannya untuk menjaga keamanan setiap sepeda motor yang diparkir. Jika tidak, untuk apa mereka melakukan hal tersebut. Melakukan hal demikian bukanlah hal yang mudah. Apalagi bagi saya yang akhir-akhir ini jarang sekali menggunakan pensil atau pulpen untuk mencatat atau menulis. Jemari saya hanya terbiasa menekan huruf-huruf di atas keyboard komputer, laptop, atau handphone.

Yang jelas, pekerjaan para satpam itu adalah mencatat. Di sisi lain, semua pekerjaan satpam dan seluruh manusia yang hidup di dunia ini juga dicatat. Dicatat oleh makhluk yang selalu patuh dan taat kepada perintah Tuhan mereka. Jika para satpam tersebut memungkinkan untuk melakukan kesalahan dalam pencatatan, tidak demikian halnya dengan para Malaikat. Mereka tidak pernah salah. Wallahu a’lam.

Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. [QS. Al-Infithar : 10-12]

 


Tulisan Terkait Lainnya :