#FFRabu – Sang Khatib

masjid berkabut
Khatib baru saja menyelesaikan khutbah pertamanya di hadapan jama’ah shalat jum’at. Dia duduk sejenak di antara dua khutbah. Suasana di dalam masjid berubah hening. Tanpa suara.

Tak lama kemudian, khatib berdiri untuk membacakan khutbah kedua. Kalimat pembuka khutbah berupa rangkaian kalimat yang terdiri dari hamdalah, syahadat, dan shalawat sudah dipersiapkannya di atas selembar kertas.

Sebelum membaca kalimat pembuka khutbah tersebut, khatib melemparkan pandangan matanya kepada jama’ah. Sebagian besar dari mereka masih menundukkan kepala.

Menyaksikan kondisi jama’ah, khatib memutuskan mengganti kalimat pembuka di atas kertas dengan kalimat pembuka lain yang menurutnya lebih cocok.

Alhamdulillahilladzii ahyanaa ba’da maa amaatanaa wa ilayhin nusyuur.”*

Catatan :
(*) “Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan.” Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang merupakan doa yang dibaca ketika bangun dari tidur.


Baca Juga #FF100Kata Lainnya :