Mencoba Membuat Sebuah Sinopsis

writeSinopsis : ikhtisar karangan yang biasanya diterbitkan bersama-sama dengan karangan asli yang menjadi dasar sinopsis itu; ringkasan; abstraksi.

Seperti itulah pengertian sinospis yang saya temukan dari hasil googling. Nyatanya, saya merasa kesulitan, kebingungan, dan kehabisan kata-kata saat mencoba untuk membuat sebuah sinopsis untuk buku saya sendiri. Jejak-jejak yang Terserak. Sebuah buku yang merupakan gabungan seri pertama dan seri kedua dengan judul yang sama.

Pada sampul bagian belakang buku pertama, saya memberikan hiasan berupa kalimat-kalimat berikut :

Di setiap detik kehidupan yang dilalui oleh anak manusia, pastinya akan menunggalkan jejak berkelanjutan. Jejak tersebut akan menjadi sebuah kenangan yang mengisyaratkan sebuah hikmah pembelajaran.

jejak cinta akan hadir dalam salah satu rasa yang terpatri di hati. Akan ada jejak yang emmbekas ketika sepasang kaki melangkah menuju anak tangga kebagiaan. Setiap kata yang terucap bisa melukiskan jejak kepada siapa saja yang mendengarnya. Adakalanya jejak tersebut terlihat lagsung oleh mata atau terdengar oleh telinga. Jejak yang terserak itu pun bisa hadir di dalam sebuah keluarga, yang kemudian diwarsikan kepada buah hati atau disebarkan kepada kawan dan sahabat dalam bentuk sebuah cerita.

Sementara di sampul bagian belakang buku kedua, saya menuliskan kalimat berikut :

Sebelum menjejakkan kaki di dunia ini, kita adalah sang jawara. Kita mampu mengalahkan pesaing yang jumlahnya teramat banyak. Dengan modal itu, tak selayaknya kita menyerah ketika dilanda masalah.

Layaknya seorang jawara, kedua kaki ini harus tetap melangkah. Membekaskan jejak-jejak di setiap detik perjalanan sang waktu, di setiap tempat yang dituju, untuk mencari solusi ayau pun hikmah atas masalah yang terjadi. Karena sesungguhnya, bersama masalah atau kesusahan, ada kemudahan, ada jalan keluar. Dan disetiap kejadian, ada hikmah yang tersimpan.

Karena kedua bukku tersebut akan digabungkan, maka saya mencoba untuk menggabungkan juga kalimat-kalimat yang ada di kedua sampul buku tersebut. Dan ini adalah hasilnya :

Setiap langkah kaki yang menyusuri jalan-jalan kehidupan, akan meninggalkan jejak-jejak yang terserak di setiap detik yang berlalu, di setiap tempat yang dituju, di setiap kata yang didengar, di setiap bentuk yang dilihat, dan di setiap perbuatan yang dilakukan. Jejak-jejak tersebut akan menjadi kenangan, pemikiran, sekaligus renungan. Pada langkah yang kesekian, sepahit atau semanis apapun kenangan itu, sebanyak atau sesedikit apapun renungan itu, serumit atau sesederhana apapun pemikiran itu, berhentilah sejenak. Cerita-cerita sederhana di dalam buku ini mengajak anda untuk berhenti sejenak, agar diri lebih arif dan bijak dalam memahami apa yang sudah dilakukan, apa yang sedang dilakukan, dan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Hikmah-hikmah naratif yang tersimpan di setiap penuturan ceritanya, mengajak diri agar lebih awas dalam melangkah, agar diri lebih memperhatikan sekitar, agar diri bisa lebih bersyukur.

Sepertinya kalimatnya terlalu panjang dan sinopsisnya terlalu pendek. Kira-kira seperti itu feedback yang saya dapat setelah menuangkan ide sinopsis tersebut. Adakah yang bisa membantu menyusun kalimatnya menjadi lebih efekti dan lebih panjang?

Semoga saja, sinopsis yang saya buat bisa mewakili semua tulisan-tulisan tersebut. Atau adakah yang bisa memberikan kalimat yang lebih efektif? 🙂


Tulisan Terkait Lainnya :