[Berani Cerita #22] T. Angga

jjytonstairSeminggu. Baru seminggu aku mengenalnya. Aku dan dia berada dalam satu kelas pada diklat prajabatan kali ini yang diikuti sekitar lima ratusan orang CPNS dari seluruh Indonesia.

Banyak hal yang aku belum tahu tentang dirinya. Sementara ini baru dua hal yang membuatku penasaran tentang dirinya. Pertama, kebiasaannya yang selalu duduk-duduk di tangga jika tak ada kegiatan belajar-mengajar. Hampir setiap hari. Kedua, huruf T di depan namanya.

“Hai, Ga!” Aku mendekatinya yang sedang duduk-duduk di anak tangga sambil membaca buku. “Baca buku apa?” Tanyaku kemudian.

“Buku tentang catatan keseharian!” Jawabnya sambil menutup buku tersebut. Jejak-jejak yang terserak, itu judul yang tertulis di sampul buku tersebut.

“Kalau aku perhatikan, sepertinya kamu senang sekali duduk-duduk di tangga. Hampir setiap kali aku melihatmu di luar kelas, pasti kamu sedang duduk di salah satu anak tangga ini.” Ucapku memulai perbincangan.

“Aku merasa nyaman aja duduk di tangga, Rif.” Jawabnya. “Menurut cerita orang tuaku, di masa kecilku, jika aku menangis, mereka akan membawaku duduk-duduk di tangga rumah. Tak kemudian, tangisku berhenti.” Sambungnya kemudian.

“Wah, cerita yang menarik, Ga!” Timpalku. “Oh iya, satu lagi hal tentang dirimu yang membuatku penasaran. Huruf T di depan namamu itu apa? Teuku atau Tengku?” Tanyaku lagi.

Dia hanya tertawa.

“Bukan. Aku bukan dari Aceh, kok!”

“Jadi apa maksudnya?” Tanyaku kembali.

“Biar keren aja!” Jawabnya sambil tertawa kembali.

“Lho, namamu kan sudah keren. Angga. Nama keren itu!” Balasku.

“Kamu tahu, Rif? Di daerahku, seorang anak biasanya diberi nama secara spontan dengan benda yang pertama kali dilihat atau diingat oleh orang tuanya saat si anak lahir.” Papar Angga.

Aku menyimak ceritanya.

“Dan benda yang terlintas di benak kedua orang tuaku saat aku lahir adalah ini!” sambungnya sambilĀ  tangannya menepuk-nepuk pegangan tangga.

“Maksudmu?”

“Tangga. Itu namaku, Rif. Agar terkesan keren, maka aku menambahkan titik setelah huruf pertama. T. Angga!

“Hak anak yang harus dilaksanakan oleh orang tua ada tiga yaitu, memilihkan nama yang baik ketika lahir, mengajari kitab Allah (Memberi didikan agama), dan menikahkannya jika telah dewasa.”