Selamat Ulang Tahun : Sebuah Kritik

happy-birthday-cake
“Selamat ulang tahun!”

Rangkaian tiga kata itu sering terdengar oleh telinga saya. Untaian tiga kata itu sering terlihat oleh kedua mata saya. Momennya, tentu saja ketika di hari itu, tanggal dan bulan yang tertera di kalender masehi sama dengan tanggal dan bulan seseorang yang mendapatkan ucapan selamat tersebut terlahir ke bumi.

Tak hanya ucapan kalimat yang terdiri dari tiga kata tersebut, rangkaian doa juga mengalir dari si pemberi ucapan. Bagi sekelompok orang, momen tersebut dirayakan dalam bentuk sebuah pesta meriah bersama para tamu teman, sahabat, dan juga tamu undangan. Tentunya disertai dengan sebuah kue dengan lilin sejumlah usia atau lilin berbentuk angka yang melambangkan umur dari si empunya hajat. Sementara bagi sekelompok lainnya cukuplah perulangan tanggal dan bulan itu dilalui dengan makan bersama keluarga di suatu tempat atau di rumah dengan menu yang sedikit berbeda daripada biasanya.

Pagi ini, tiba-tiba pikiran saya terusik dengan kalimat yang terdiri dari tiga kata tersebut. Saya terdorong untuk mencari definisi dari ketiga kata tersebut melalui Kamus Bahasa Indonesia Online. Hasilnya adalah sebagai berikut :

se.la.mat
[a] terbebas dr bahaya, malapetaka, bencana; terhindar dr bahaya, malapetaka; bencana; tidak kurang suatu apa; tidak mendapat gangguan; kerusakan, dsb: ia — dr pembunuhan; (2) a sehat; (3) a tercapai maksud; tidak gagal; (4) n doa (ucapan, pernyataan, dsb) yg mengandung harapan supaya sejahtera (beruntung, tidak kurang suatu apa, dsb): ketika ia kawin, banyak handai tolannya yg memberi ucapan — kepadanya; (5) n pemberian salam mudah-mudahan dl keadaan baik (sejahtera, sehat dan afiat, dsb): — datang; — jalan; — malam (pagi, siang); — tahun baru; — tinggal

ulang
[v] (1)lakukan lagi: perbuatan itu tidak akan saya –; (2) kembali seperti semula: cetak —

ta.hun
[n] (1) masa yg lamanya dua belas bulan: ia pernah bekerja di luar negeri selama dua –; (2) bilangan yg menyatakan tarikh: ia dilahirkan — 1940; (3) masa dua belas bulan yg ke …: majalah Tempo — II Nomor 6; (4) masa dua belas bulan untuk …; (5) musim (dl arti masa selama tanaman atau tumbuh-tumbuhan hidup): — jagung (3 atau 4 bulan)

Jika diminta untuk mengartikan ucapan “Selamat ulang tahun” secara bebas berdasarkan pengertian di atas, maka saya akan mendefinisikannya sebagai berikut :

“Selamat ulang tahun adalah sebuah ucapan yang mengandung doa dan harapan agar seseorang selalu dalam keadaan baik, tercapai segala keinginan, harapan, dan cita-cita di saat terjadinya perulangan tahun kelahiran orang tersebut.”

Definisi yang aneh, bukan? Sepertinya memang begitu. Jika anda setuju dengan definisi tersebut, maka itu artinya anda sama anehnya dengan si pembuat definisi tersebut. Karena sudah terlanjur aneh, mari kita bahas keanehan tersebut.

Pertama, adalah kata “tahun” yang digunakan di dalam kalimat tersebut yang didahului dengan kata “ulang” menjadi “ulang tahun”.

Jika melihatnya demikian, bukankah itu artinya yang mengalami perulangan adalah tahun kelahiran dari seseorang yang diberikan ucapan? Nyatanya, tahun itu tidak pernah berulang. Tahun, tidak pernah kembali seperti semula seperti pengertian kata “ulang” di atas.

Perjalanan hidup di dunia ini tidak seperti tayangan pertandingan sepak bola yang mengenal siaran tunda apalagi siaran ulang. Waktu akan terus berjalan. Tidak pernah berhenti. Tidak akan bisa ditunda. Tidak mungkin akan terulang. Karenanya, jika seseorang terlahir di tahun 1985, maka tahun tersebut tidak akan pernah muncul lagi di tahun-tahun berikutnya.

Karenanya, mungkin harus dicarikan kalimat yang lebih pas untuk menggantikan ucapan “selamat ulang tahun”. Mungkin “Selamat ulang tanggal dan bulan”. Kalimat tersebut saya pikir lebih cocok karena memang di setiap tahunnya ada perulangan tanggal dan bulan. Mungkin tanggal 29 Februari yang mengalami pengulangan setiap empat tahun sekali.

Kedua, kalimat happy birthday.

Secara harfiyah, kalimat tersebut memiliki arti selamat hari lahir. Sekilas, ucapan ini lebih cocok dibandingkan selamat ulang tahun. Sebab hari memang selalu berulang-ulang setiap minggunya. Namun akan menjadi tidak pas jika diucapkan di hari yang berbeda dengan hari di saat orang tersebut lahir. Seharusnya pula, ucapan ini diucapkan setiap minggu alias satu minggu sekali, bukan setahun sekali.

Ketiga, doa semoga panjang umur yang diucapkan untuk mengiringi ucapan selamat ulang tahun.

Abu Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud ra. Berkata, Rasulullah bersabda kepada kami, sedang beliau adalah orang yang jujur dan terpercaya,

Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan ciptannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari berupa nutfah (air mani yang kental), lalu menjadi alaqoh (segumpal darah) selama itu pula, lalu menjadi mudghah (segumpal daging) selama itu pula, kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya dan mencatat 4 (empat) perkara yang telah ditentukan, yakni : rezeki, ajal, amal dan sengsara atau bahagianyaDemi Allah, Dzat yang tiada tuhan selain Dia, sesngguhnya setiap kalian ada yang beramal dengan amalan penghuni surga hingga jarak antara dia dengan surga hanya sehasta (dari siku sampai ke ujung jari) lalu suaratan takdir mendahuluinya sehingga ia beramal dengan amalan neraka maka ia pun masuk neraka.

Ada juga di antara kalian yang beramal dengan amalan penghuni neraka hingga jarak antara dia dan neraka hanya sehasta. Lalu suratan takdir mendahuluinya, sehingga ia beramal dengan amalan ahli surga, maka ia pun masuk surga.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Salah satu dari empat hal yang telah ditetapkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ketika seseorang masih berada di dalam perut ibunya seperti yang disebutkan di dalam hadits di atas adalah ajal. Pengertian ajal menurut Kamus Bahasa Indonesia Online adalah :

ajal     
[n] batas hidup yg telah ditentukan Tuhan, saat mati, janji akan mati: menemui — nya; menghadap (menanti) — nya; sampai — nya

Sepertinya pengertian tersebut sejalan dengan bunyi hadits keempat dalam Kitab Hadits Arba’in An-Nawawi di atas. Ajal, usia, umur, atau saat kematian, sudah ditentukan. Sudah fix. Tidak bisa dimajukan, tidak pula diundur. Artinya, semakin bertambah hitungan usia seseorang, maka semakin dekat seseorang tersebut pada detik kematiannya.

Apakah yang demikian itu layak diberikan selamat? Apakah yang demikian itu pantas disambut dengan pesta meriah?

Saya pribadi berpendapat tidak layak dan tidak pantas. Jika anda juga berpendapat demikian, sekali lagi, anda sama anehnya dengan orang yang membuat coretan ini. 😀

Wallaahu a’lam.

Rabbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanah wafil aakhirati hasanah waqinaa ‘adzaaban naar.
Wahai Rabb kami, karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.’”


Tulisan Terkait Lainnya: