World Book Day : Hari Buku Sedunia, Pamer Buku yang Ada

Saya baru mengetahui bahwa hari ini, tanggal 23 April, ditetapkan sebagai hari buku sedunia. Setelah melakukan beberapa pencarian via google, saya menemukan sedikit penjelasan mengenai Hari Buku Sedunia ini.

Awalnya, sejak abad pertengahan di wilayah Katalonia terdapat perayaan Hari Saint George. Di dalam perayaannya, para pria memberikan mawar kepada kekasihnya. Seiring perjalanan waktu dan pengaruh dari para pedagang buku di masa-masa berikutnya, cara merayakan Hari Saint George pun mengalami perubahan. Perubahan tersebut mulai terjadi sejak tahun 1923. Para perempuan memberikan sebuah buku sebagai pengganti sekuntum bunga mawar yang diterimanya.

Pada tahun 1995, Konferensi Umum UNESCO di Paris memutuskan tanggal 23 April sebagai World Book Day berdasar keberadaan Festival Katalonia serta pada tanggal tersebut, Shakespeare, Cervantes, Inca Garcilaso de la Vega dan Josep Pla meninggal dunia sedangkan Maurice Druon, Vladimir Nabokov, Manuel Mejía Vallejo and Halldór Laxness dilahirkan.

Perayaan ini merupakan bentuk penghargaan dan kemitraan antara pengarang, penerbit, distributor, organisasi perbukuan serta komunitas–komunitas yang semuanya bekerja sama mempromosikan buku dan literasi sebagai bentuk pengayaan diri dan meningkatkan nilai–nilai sosial budaya kemanusiaan.

Di Indonesia sendiri, ada juga Hari Buku Nasional. Adalah tanggal 17 Mei yang ditetapkan sebagai Hari Buku Nasional yang dipilih karena bertepatan dengan pendirian Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) di Jakarta pada tanggal 17 mei 1980.

Bicara soal buku, itu artinya terkait dengan dua buah kegiatan yang terkait satu sama lain. Membaca dan menulis. Tak akan ada sebuah buku jika tidak ada yang menulisnya. Sebuah buku tak akan memberikan manfaat kepada seseorang jika orang tersebut tidak membacanya.

Bagi saya pribadi, membaca bukanlah hobi saya. Agak susah bagi saya untuk rajin membaca buku meskipun ada cukup buku yang bisa saya baca di rumah. Minat baca saya sempat naik secara drastis beberapa waktu yang lalu ketika mendapatkan tujuh buah buku sebagai hadiah dalam sebuah lomba. Tak hanya membacanya, saya juga membuat reviewnya meskipun masih alakadarnya.

Di masa berikutnya, minat saya untuk membaca buku turun kembali. Saya lebih suka menulis di blog dan blogwalking. Hingga akhirnya saya bisa menerbitkan beberapa buah buku. Jadi inti coretan ini sebenarnya adalah pamer buku yang pernah saya terbitkan 😀

Berikut adalah buku-buku yang pernah terbitkan :

buku-buku karyaku
buku-buku karyaku

Jejak-jejak yang Terserak – 2011

Buku yang mengabadikan tentang apa yang saya lihat, dengar, dan rasa dalam keseharian saya. Buku ini terbit secara indie secara offset. Alhamdulillah, cukup banyak yang terjual dan modal sudah kembali meski stock di rumah masih tersedia lumayan banyak. Ada yang berminat? Silahkan tinggalkan pesan di komentar 😀

Jejak-jejak yang Terserak 2 – 2012

Buku yang merupakan sequel dari buku pertama. Saya bersemangat membuat kelanjutannya karena sering ditagih oleh atasan saya yang merupakan pejabat eselon II. Saya terbitkan secara indie melalui nulisbuku dengan sistem Print on Demand (POD)

Lelaki dan … – 2012

Merupakan kumpulan cerpen saya yang berisikan tentang lelaki dan situasi atau kondisi yang dihadapinya. Adakalanya berujung bahagia. Adakalanya berakhir duka. Saya Saya terbitkan secara indie melalui nulisbuku dengan sistem Print on Demand (POD)

Rima Perjalanan Hati … – 2012

Ada tujuh fase perjalanan cinta dalam buku ini. Harapan, pertemuan, kebersamaan, kerinduan, perpisahan, kebangkitan, dan kerinduan lain. Sampai manakah fase perjalanan cinta anda? Pilihan ada di tangan anda!

Buku berisi kumpulan puisi ini saya terbitkan juga melalui nulisbuku dengan sistem Print on Demand (POD).

Rima Perjalanan Jiwa … – 2012

Rima adalah pengulangan bunyi yang berselang, baik di larik sajak maupun pada akhir larik sajak yang berdekatan. Rima pula yang menjadi salah satu daya tarik dari puisi-puisi dalam buku ini yang mampu mengajak pembacanya dalam sebuah kontemplasi terhadap sekitar, kematian, juga tentang penghambaan diri.

Buku berisi kumpulan puisi ini saya terbitkan juga melalui nulisbuku dengan sistem Print on Demand (POD).

Perempuan Berjilbab Kuning – 2012

Sebuah novel Islami dengan aburan puisi-puisi di setiap akhir babnya yang bercerita tentang kisah pencarian ZUl untuk menemukan pengganti sayapnya yang patah.

Buku berisi kumpulan puisi ini saya terbitkan melalui Mozaik Indie Publisher dengan sistem Print on Demand (POD). Setelah selesai masa kontrak, maka novel tersebut tidak diterbitkan lagi dan sedang saya coba untuk memperbaiki naskahnya dan diajukan kepada penerbit major.

Namun demikian jika ada yang ingin membelinya, saya masih ada dua eksemplar di rumah 😀

Jejak-jejak yang Terserak – 2013

Dua buah naskah Jejak-jejak yang Terserak sebagaimana saya sebutkan di atas, saya gabungkan dan saya ajukan ke penrbit major. Alhamdulillah bisa lolos dan terbit. Buku tersebut kini nangkring di toko buku Gramedia.

Jejak-jejak yang Terserak
Jejak-jejak yang Terserak

Tulisan Terkait Lainnya :