Recehan

koinRecehan. Mengingatkan saya akan cerita seorang kawan. Sebuah cerita yang berasal dari sebuah buku yang dibacanya, kemudian disampaikan kepada saya. Ingatan saya mungkin tidak sempurna, tetapi kira-kira seperti inilah ceritanya.

Seseorang berada di dalam kamar kosnya. Dia sedang mencari-cari sesuatu. Diangkatnya dan digesernya letak buku-buku dan benda-benda lain. Selesai mencari di satu sudut kamarnya, dia beralih ke sudut kamar yang lain. Tak cukup mencari di atas meja dan di dalam lemari, dia mulai mencari di bawah kolong tempat tidurnya. Kasur diangkat. Tempat tidur juga digeser. Hingga akhirnya dia merasa cukup mengumpulkan benda yang dicarinya.

Recehan. Itulah yang terlintas di dalam benaknya. Dirinya berpikir keras di mana terisimpan recehan yang selama ini tak dianggapnya. Ingatannya tentang recehan akhirnya mulai hadir. Dia pernah menyimpannya di bawah buku, di dalam laci, dan ada juga yang dilemparkannya ke sudut tempat tidur.

Recehan. Itulah benda yang dicarinya. Ketika akhir bulan menjelang, sementara kiriman dari orang tua belum kunjung datang, dan dirinya harus pergi ke suatu tempat untuk menepati janji ke suatu tempat yang membutuhkan ongkos naik angkot.

Recehan. Itulah yang dibutuhkannya saat itu.

Terlepas dari cerita kawan saya tersebut, saya juga pernah mengalami suatu masa yang tak jauh berbeda dengan tokoh di atas. Akhir bulan. Satu dua hari sebelum gajian. Jangankan lima puluhan ribu, lima ribuan tak ada selembar pun. Hanya beberapa lembar ribuan saja yang masih tersisa di dompet dan saku celana.

Untuk berangkat ke kantor, masih ada bensin di tangki sepeda motor. Cukup untuk beberapa hari ke depan. Tetapi kebutuhan perut, tak bisa ditunda. Harus tetap diisi.

Celengan berbentuk ayam jago. Di dalam benda itulah saya menyimpan uang recehan dengan aneka pecahan. Mulai dari seratus, dua ratus, lima ratus, bahkan beberapa keping seribu rupiah. Ketika saya memegangnya, terasa cukup berat.  Isinya pasti lumayan. Tetapi saya tidak ingin memecahkan celengan tersebut. Belum waktunya. Dan memang isi celengan tersebut  ditujukan bukan untuk kondisi jaga-jaga di akhir bulan.

Akhirnya saya mencoba mengeeluarkan keping-kepingan logam dari dalam celengan tanpa harus memecahkannya. Saya jadikan pisau dan sendok sebagai alat bantu. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya saya bisa mengeluarkan kepingan uang logam dari dalam celengan.

Setelah jumlahnya mencukupi, saya kembalikan celengan itu ke tempatnya semula sambil berjanji, jika setelah gajian nanti, uang yang sudah saya keluarkan akan saya ganti. Meskipun bukan dalam bentuk recehan lagi.

Kini, saya tak lagi menyimpan banyak kepingan uang logam. Uang logam kembalian  belanja di super market hampir tidak pernah saya masukkan dompet atau saku. Setelah keluar pintu mini market, saya langsung memasukkan kepingan logam tersebut ke dalam kotak amal di depan mini market. Saya tak begitu ambil pusing, berapa pun jumlahnya. Dan memang jumlahnya kecil. Tidak sebanding dengan uang kembalian yang saya masukkan ke dalam dompet.

Namun, suatu saat nanti, kepingan-kepingan receh yang berada di dalam kotak amal tersebutlah yang akan menolong orang-orang yang memasukkannya. Sementara uang kertas dengan bilangan yang lebih besar akan sirna dan tak bisa membantu apa-apa bagi pemiliknya.

Bersedekah dengan jumlah yang lebih besar, tentunya akan jauh lebih baik. Namun jika merasa belum mampu, sejumlah recehan pun tak mengapa.

*****

Rasulullah SAW menjelaskan: Halangilah api neraka, meski hanya dengan separuh kurma.” (HR. Muttafaq Alaih)


Tulisan Terkait Lainnya :

64 respons untuk ‘Recehan

  1. ayanapunya November 4, 2013 / 19:33

    saya nyari recehan buat bayar parkir 😀
    kalau dulu ada teman yang uang receh dikumpulin di botol apa gitu. kayak nabung gitu

    • jampang November 5, 2013 / 05:22

      bayar parkirnya pake uang logam gitu?

      teman saya juga ada…. di toples plastik

      • ayanapunya November 5, 2013 / 06:50

        Ya kalau udah ga ada uang ribuan. Ya terpaksa korek-korek uang logam 😀

      • jampang November 5, 2013 / 07:38

        yang penting bayar parkir 😀

      • ayanapunya November 5, 2013 / 07:42

        😀
        Mas, kemarin ngirim naskahnya ke quanta lagi yak?

      • jampang November 5, 2013 / 07:43

        yup. WA nggak masuk kah?

  2. nurme November 4, 2013 / 21:03

    Pernah ngalamin juga dulu waktu ngekost.. recehan sangat berguna buat beli nasi goreng saat nyawa dah tinggal 8
    🙂

    • jampang November 5, 2013 / 05:21

      syukurlah cukup. kadang recehan bisa sangat membantu

      • nurme November 5, 2013 / 07:14

        Hihihi.. tepatnya kurang Rp. 500,-
        Waktu itu pura-pura gak doyan telur. Jadi nasi gorengnya polos…
        “-)

      • jampang November 5, 2013 / 07:39

        yang penting bisa bikin perut kenyang 😀

      • nurme November 5, 2013 / 19:19

        setujuuuuuuuuuuh 🙂
        Uang receh yang bermanfaat

      • jampang November 5, 2013 / 20:39

        Yup

      • nurme November 6, 2013 / 04:35

        🙂

  3. pinkvnie November 4, 2013 / 21:30

    Uang recehnya biasa saya pakai buat pengamen, bayar angkot n parkir.
    Seminggu sekali saya beres2in uang2 yg ada di tas, kantong celana, jaket, n kotak2 lalu dikumpulin karena ngga suka langsung masukin uang kembalian belanja ke dompet. Kadang ngga th sisanya berapa n uangnya terkadang juga ikut tercuci ma pakaian 😀

    • jampang November 5, 2013 / 05:19

      kalau uang logam kecuci mah nggak kenapa2. kalau HP kecuci itu masalah 😀

      • pinkvnie November 5, 2013 / 05:42

        Kalo HP yg kecuci ma mewek saya. Tp alhamdulillah HP srg ada d tangan 😀

      • jampang November 5, 2013 / 05:52

        syukurlah

  4. arip November 4, 2013 / 23:02

    Ya, jangan pernah ngeremehin yg keci-kecil. Meski yg ringan-ringan, kalau ngerjainnya konsisten, amal juga insya Allah bakal numpuk. 😀

    • jampang November 5, 2013 / 05:09

      iya betul. kita juga sebelum besar seperti sekarang, dulunya kecil.

      betul itu…. konsisten dalam kebaikan, meskipun kecil

  5. lazione budy November 5, 2013 / 00:20

    “saya langsung memasukkan kepingan logam tersebut ke dalam kotak amal di depan mini market.”

    Sama.

  6. herma1206 November 5, 2013 / 05:07

    saya dulu koleksi uang recehan..msh ada smp skrg, jumlahnya terakhir mgkn sekitar seratusan rb. Tapi skrg gak lagi, recehan selalu dipake, kdg dibiarin ngambur dlm tas atau meja…klo butuh krn kepepet tinggal ngubek2 isi tas 😀

    • jampang November 5, 2013 / 05:28

      ternyata sama seperti yang diceritain teman saya itu 😀

      • herma1206 November 5, 2013 / 06:14

        sebenarnya sayang pake uang recehan..malah klo buat pengamen klo bisa yg kertas aja..bukan krn prn ngasih banyak..tpi emang sy seneng sih ama uang recehan..makanya dikoleksi, yg koleksian gak boleh diganggu gugat…

      • jampang November 5, 2013 / 06:16

        oooo…. buat koleksi. bisa jadi beberapa tahun lagi udah nggak uang recehan kaya gitu yah

      • herma1206 November 5, 2013 / 06:20

        iyaa..krn udh lama bgt..jadi uang recehannya byk juga yg sebenarnya udh gak beredar..emang diniatin gitu..kenang2an klo udh gak ada..
        koleksi ayah sy malah uang kertas ama receh dri jaman beheula banget.. 😀

      • jampang November 5, 2013 / 06:23

        kalau sudah gitu jadi barang unik. bisa bernilai tinggi

      • herma1206 November 5, 2013 / 06:26

        bernilai tinggi dan berdaya jual tinggi..
        tapi gak ah..kan akan pake acara dijual

      • jampang November 5, 2013 / 06:37

        ooooo….mau disimpan terus. sippplah

      • herma1206 November 5, 2013 / 06:55

        iya..yg udh dikoleksi ya di simpan terus..
        tpi skrg udh gak nyimpen lagi..hehe

      • jampang November 5, 2013 / 07:39

        yang penting simpanannya udah banyak 😀

      • herma1206 November 5, 2013 / 12:35

        yup..bener.. 😀

      • jampang November 5, 2013 / 16:38

        sipppp

  7. fenny November 5, 2013 / 06:10

    😀
    Wkt SD saya sdh d ajarin ortu tuk menabung dr uang receh logam. Kami satu2 dibeliin celengan kaleng tuk diisi uang logam. Sdh senang2 celengan kami terisi penuh n berat, kami jg sayang buat nebok celengannya, ternyata pas plg skul celengan tsb raib d ambil maling.

    • jampang November 5, 2013 / 06:13

      hiks….. sedihnya…

      • fenny November 5, 2013 / 06:20

        Perlu tissue ngga ka … 😀

      • jampang November 5, 2013 / 06:23

        nggak koq

      • fenny November 5, 2013 / 06:35

        😀

      • jampang November 5, 2013 / 06:37

        😀

  8. Baginda Ratu November 5, 2013 / 10:36

    Apalagi kalo yg disedekahkan uang kertas yg baru diambil dari ATM ya, mas.. 🙂 *self reminder*

    • jampang November 5, 2013 / 11:28

      Ya… Itu jauh lebih baik 😀

  9. ibuseno November 6, 2013 / 13:27

    recehan saya selalu saya simpan di kotak di atas kulkas di rmh saya, simpan pagi…eh sorenya menghilang, hahaha… krn anak2 saya suka recehan itu 🙂

  10. Sari Widiarti November 6, 2013 / 20:35

    punya pengalaman lucu sih, pas nyemplungin duit receh di kotak amal, eh bunyinya terdengar di jamaah lainnya “klotak”. Memang, kotak amal waktu itu, sudah dibersihkan oleh petugas masjid, nggak nyangka ternyata menimbulkan bunyi yang cukup keras. aku sih nyantai aja, tapi ya agak malu 😀

    • jampang November 6, 2013 / 20:42

      😀
      ada penceramah yang ngingetin, kalau nggak mau kedengeran atau bersuara, ya nyemplunginnya jangan recehan tapi uang kertas

  11. punyaliana November 7, 2013 / 16:22

    waaahhh,,,,
    aq juga pernah ngalamin…
    ada di postingan aku tentang uang receh, yang akhir nya bisa menopang sampe akhir bulan…

    • jampang November 7, 2013 / 16:29

      sepertinya ada banyak juga yang bernasib sama 😀

      • punyaliana November 8, 2013 / 08:20

        hahah, iyah,, receh membantu di kala susah

      • jampang November 8, 2013 / 08:25

        yup. betul. padahal ketika senang, sering receh dianggap remeh

      • punyaliana November 8, 2013 / 08:38

        aq nggak nganggep remeh, selalu aq pungut..

      • jampang November 8, 2013 / 08:42

        wah… hebat kalau begitu…. berarti saya yang suka menganggap remeh 😦

      • punyaliana November 8, 2013 / 08:50

        mulai sekarang jangan lagi…

      • jampang November 8, 2013 / 08:52

        seperti cerita di atas… biasanya saya dapat recehan kembalian dair minimarket dan biasanya langsung masukin ke kotak amalnya 🙂

      • punyaliana November 8, 2013 / 08:55

        kalo aku, masukin ke celengan di rumah.
        kadang kalo di rumah ibu aq masukan ke celengan ade ku yang baru usia 2 tahun, celengan nya pun JUMBO,,
        sekarang sudah hampir penuh

      • jampang November 8, 2013 / 08:57

        nggak punya celengan di rumah 😀

      • punyaliana November 8, 2013 / 09:03

        beliiiiiiii…
        cuma 27 ribu yang JUMBO

      • jampang November 8, 2013 / 13:28

        😀
        Mungkin suatu saat nanti.

        *kaya beli apaan aja*

      • punyaliana November 8, 2013 / 13:31

        hahaha,,
        iya

      • jampang November 8, 2013 / 16:54

        😀

  12. edi padmono November 8, 2013 / 05:17

    sesuatu yang besar berawal dari yang kecil, saya mempunyai nasehat dari ibu ankat saya bahwa kita tidak boleh meremehkan uang kecil walaupun itu hanya Rp10 (dulu masih ada) karena sekecil apapun itu adalah rezeki dari Allah yang harus kita syukuri dengan menghargainya sesuatu yang kecil itu, ketika kita jalan kaki dan melihat nya maka ambillah dan kumpulkan walaupun nilainya kecil. Kita tidak akan bisa mensyukuri yang besar jika kita tidak pernah mensyukuri yang kecil.

    • jampang November 8, 2013 / 05:52

      betul sekali, mas.
      terima kasih atas sharingnya

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s