Selaksa Aksara Untuk Istri Tercinta

my family 1

sayang,
aku tak bisa memelukmu sekarang
tetapi melalui aksara yang kutulis di dalam surat ini,
kutitipkan kehangatan cinta bak mentari pagi
kuharap tak ada setitik kecewa di ruang hatimu,
karena aku tak selalu berada di sisimu

Sayang, tiga tahun yang lalu, aku pernah menulis sepucuk surat untukmu. Isinya cukup panjang. Melalui isi surat tersebut, aku bercerita tentang siapa dan bagaimana diriku, pandanganku tentang sebuah pernikahan, rangkaian harapanku tentang bagaimana sosok istri yang kudambakan, dan pertanyaan apakah dirimu bersedia untuk menjadi pendampingku, menjadi istriku.

Kini, kita sudah menikah. Kita juga sudah dikaruniai seorang anak lelaki yang ganteng dan lucu. Kita sudah menempati sebuah rumah sendiri, tak lagi menumpang di rumah orang tua atau tinggal di kontrakkan. Intinya, setelah kebersamaan yang kita lalui, banyak kebaikan yang kita rasakan. Banyak keindahan yang aku rasakan.

Setelah tiga tahun kebersamaan kita, melalui suratku ini, aku ingin menyampaikan beberapa hal kepadamu agar kamu mengetahui apa yang kurasakan dan aku akan selalu mengingat kebaikan dan keindahan dirimu. Dengan kondisi tersebut, kuharap, kita akan terus bersama dalam ikatan suci pernikahan hingga maut memisahkan kita untuk sementara waktu, dan kita berjumpa kembali di surga kelak. Amin.

Sayang, hal pertama yang akan kusampaikan adalah rasa terima kasihku kepadamu atas apa yang telah kamu lakukan untukku.

Dirimu bersedia menerima diriku menjadi suamimu tanpa pernah mengungkit-ungkit kisah masa laluku, menggenapkan separuh agamaku, dan mau berjuang bersamaku untuk menggenapkan separuhnya yang tersisa.

Terima kasih, sayang. Sebab melalui rahimmu, Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memberikanku seorang anak lelaki. Selama kurang lebih sembilan bulan, kamu mengandungnya dengan susah payah. Wahnan ‘alaa wahnin, kesusahan di atas kesusahan. Di saat melahirkan, kamu harus meregang nyawa, berjuang di antara hidup dan mati. Lalu setelah anak lelaki kita lahir, kamu menyusuinya. Kamu telah menjaga dan merawatnya dengan baik hingga anak kita tumbuh sehat dan pintar seperti saat ini.

Kini kita tinggal di rumah sendiri yang kubeli untuk memenuhi kebutuhan papan keluarga kita agar terlindung dari panas dan hujan. Rumah sederhana dan bukan rumah baru. Di beberapa bagian rumah terdapat kondisi yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan nilai estetika rumah.

Tentang rumah yang kita tinggali bersama, aku juga mengucapkan terima kasih kepadamu, sayang. Sebab dengan kondisi rumah seperti itu, kamu mau menerima apa adanya tanpa berkomentar sedikitpun. Meskipun rumah yang kita tempati saat ini bukanlah seperti rumah yang kamu impikan, tetapi dirimu tak pernah mengeluhkannya apalagi menuntut diriku untuk melakukan ini dan itu terhadap kondisi rumah kita. Sikap seperti itulah yang membuatku semakin sayang dan cinta kepadamu.

Rasanya, kesan yang kutangkap tentang dirimu ketika kita makan bersama untuk kali pertama tidaklah salah, bahwa dirimu bukanlah perempuan dengan banyak tuntutan. Apakah kamu ingat kapan dan di mana tempat kita pertama kali makan berdua? Apakah kamu juga masih ingat menu apa yang kita santap di pagi menjelang siang di hari itu?

Peristiwa itu terjadi sekitar tiga tahun yang lalu. Di suatu pagi, aku mengajakmu berolahraga di Senayan. Sepulang dari Senayan, aku mengajakmu singgah sejenak untuk mengisi perut yang belum sarapan. Kupilihkan mi ayam sebagai santapan yang dijajakan dengan gerobak di pinggir jalan.

Kamu tak menolak menu yang kupilih dan kutawarkan. Aku langsung mendapat kesan bahwa dirimu adalah sosok yang sederhana dan tak memiliki banyak tuntutan. Kiranya, sifat itulah yang semakin menyuburkan rasa cinta dan sayangku kepadamu. I love you!

Sayang, selain untuk mengucapkan terima kasih, melalui surat ini, aku juga ingin menyampaikan sebuah pesan sebagai penyemangat dirimu dalam mengasuh anak kita. Buah cinta dan kasih sayang kita.

Beberapa kali aku mendapatkan dirimu dalam keadaan bersedih. Kamu sedih ketika anak kita tak menghabiskan makanan yang kamu berikan. Nafsu makannya berkurang, katamu. Di lain waktu, aku juga melihat kesedihan di wajahmu ketika menghadapi anak kita yang tiba-tiba menjadi rewel. Kesedihanmu itu kian bertambah ketika dirimu membandingkan kondisi anak kita dengan anak sahabat-sahabatmu yang nafsu makannya dan tidak rewel.

Sayang, ketahuilah bahwa anak kita tidak mungkin sama dengan anak orang lain. Sebab mereka terlahir dari orang tua yang berbeda. Sebab mereka dibesarkan dengan cara dan lingkungan keluarga yang juga berbeda. Sehingga bukan pada tempatnya untuk membandingkan anak kita dengan anak orang lain.

Selain itu, kamu juga perlu tahu, sayang. Bahwa apa yang kita lihat dan dengar tentang anak orang lain yang mudah sekali makannya dan tidak rewel hanyalah peristiwa yang terjadi di depan kita. Kita tidak mengetahui apa yang terjadi dengan anak-anak dan para orang tua mereka ketika kita tidak melihat mereka. Bisa saja, satu atau dua masalah juga dihadapi oleh para orang tua tersebut dengan anak-anak mereka. Kita tidak tahu akan hal itu dan tidak semua orang tua menceritakan kesulitan atau kesusahan yang mereka hadapi dengan anak-anak mereka.

Menurut pandanganku, anak kita yang nafsu makannya menurun dan sering rewel, hanyalah sebuah fase perkembangan dan pertumbuhan anak. Aku meyakin bahwa di dalam fase perkembangan dan pertumbuhannya seorang anak akan mengalami fase berkuranganya nafsu makan dan rewel. Setalah fase tersebut berlalu, kuyakin, anak kita akan kembali lagi memiliki nafsu makan yang besar dan tidak rewel lagi.

Jadi, janganlah kamu bersedih, sayang!

Sayang, sebelum kuakhiri surat ini, izinkan aku memohon maaf. Aku mohon maaf karena belum mampu untuk membahagiakanmu dengan sempurna. Aku mohon maaf, jika tanpa kusadari, diri ini melukai hati dan perasaanmu. Aku mohon maaf, jika tanpa sengaja aku melakukan sesuatu yang membuatmu bersedih. Sungguh, aku tidak akan melakukan hal-hal yang akan membuatmu sedih secara sengaja. Percayalah!

Sayang, aku menyadari bahwa diriku bukanlah sosok suami yang sempurna. Namun yakinlah, aku akan menjadi sosok suami yang selalu mencintai dan menyayangimu.

I love you.

*****

you-make-may-world-so-colorfull-thank-youartikel ini diikutsertakan dalam
GiveAway 12th Wedding Anniversary :
Letter to My Husband/Wife, My Future Husband/Wife

 


Tulisan Terkait Lainnya :

29 thoughts on “Selaksa Aksara Untuk Istri Tercinta

  1. ainulharits Agustus 21, 2016 / 23:08

    Sippp… 3 tahun panggilannya masih sayang…

    • jampang Agustus 22, 2016 / 09:47

      kan ceritanya lagi romnatis-romantisan😀

  2. Akhmad Muhaimin Azzet Agustus 22, 2016 / 08:45

    Ya Allaah…, saya yakin, istri yang membacanya akan bahagiaaaa sekali. Semoga sakinah dan maslahah ya, Bang.

    • jampang Agustus 22, 2016 / 09:46

      aamiin. terima kasih doanya, pak

  3. utewae Agustus 22, 2016 / 09:17

    barakallahu fiikum, pak jampang dan keluarga

    • jampang Agustus 22, 2016 / 09:44

      aamiin. terima kaish, mbak

  4. ysalma Agustus 22, 2016 / 09:48

    Istrinya akan tersenyum dan penuh ucapan syukur krn sdh dipertemukan suami yg sangat perhatian ini.
    Sukses di GAnya, Buya.

    • jampang Agustus 22, 2016 / 09:49

      😀
      terima kasih, uni

  5. zaki19482 Agustus 22, 2016 / 10:57

    Amin, so sweet. Saya harus belajar romantis ke abang🙂

    • jampang Agustus 24, 2016 / 13:11

      😀
      romantis mah setiap orang punya cara masing-masing

  6. titantitin Agustus 22, 2016 / 13:51

    baarakallahu fiikum,
    smoga bersama hingga jannah ya, mas, minyu ^^

    • jampang Agustus 24, 2016 / 13:10

      aamiin. terima kasih doanya, mbak

  7. alrisblog Agustus 22, 2016 / 16:07

    Semoga tetap sayang sayangan sampai kapanpun.

    • jampang Agustus 24, 2016 / 13:10

      aamiin. terima kasih doanya, mas

  8. Orin Agustus 23, 2016 / 11:52

    aw…aw…aw… co cwit bgt baaaang🙂

  9. adelinatampubolon Agustus 25, 2016 / 13:42

    senang pasti yach istrimu nerima surat seperti ini. so sweet bangat. semoga awet terus sampai tua yach.

    • jampang Agustus 25, 2016 / 23:41

      yang pasti sudah dibaca suratnya sama istri saya😀
      aamiin

  10. cinta1668 Agustus 30, 2016 / 14:31

    Wuah surat cinta-nya bagus sekali, terlihat sangat romantis dan penuh kasih, pantaslah jika jadi pemenang. Selamat ya mas. salam kenal dari CInta ^__^

  11. faziazen Oktober 28, 2016 / 14:37

    ciee..romantis banget
    pasti mba Minyu klepek klepek bacanya😀

    anyway selamat ya menang GA

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s