Romantisme Dalam Rumah Tangga Ibarat Bawang Goreng Di Atas Nasi Uduk

Nasi uduk
http://www.foodspotting.com

Sarapan itu penting. Sarapan adalah aktifitas untuk mengisi kembali bahan bakar bagi tubuh melalui makanan dan minuman. Makanan dan minuman tersebut kemudian diubah oleh tubuh menjadi energi yang akan kita digunakan untuk beraktifitas hingga siang hari. Karenanya, jangan sampai meninggalkan sarapan.

Saya biasanya sarapan di rumah sebelum berangkat ke kantor. Menunya berbeda-beda setiap paginya. Tergantung apa yang tersedia di rumah. Menu yang paling banyak saya nikmati ketika melakukan sarapan di rumah adalah nasi uduk. Yup, pada masanya, nasi uduk selalu tersedia di rumah saya. Bukan hanya untuk sarapan saya, tetapi juga untuk orang-orang yang menginginkan sarapan pagi dengan nasi uduk.

Kok bisa? Tentu saja bisa. Sebab ibu saya adalah penjual nasi uduk. Ibarat peribahasa, “sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui”, begitulah yang dilakukan oleh ibu saya. Menyediakan sarapan untuk anggota keluarga sekaligus untuk menambah pemasukan keuangan keluarga.

Nasi uduk yang saya nikmati saat sarapan dan yang ibu saya jual bukanlah nasi uduk yang mewah. Lauk-pauk yang menemani nasi uduk tidak banyak macamnya. Cuma semur dan sayur yang berisi tahu, tempe, dan kentang, ditambah dengan gorengan, baik tempe atau bakwan. Sebagai penambah rasa, tersedia pula bawang goreng dan sambal.

my mothter
my mothter

Lidah saya hampir tidak bosan menikmati nasi uduk. Bahkan tak jarang, dalam sehari, saya bisa menikmati nasi uduk dua kali. Sekali saat sarapan. Sekali lagi saat makan siang, sebab adakalanya saya membawa sebungkus nasi uduk ke kantor sebagai bekal makan siang.

Nasi uduk. Itu adalah menu yang paling sering saya nikmati sebagai sarapan di pagi hari.

Ternyata, nasi uduk dengan bawang gorengnya memiliki sebuah filosofi tersendiri. Filosofi yang mungkin cocok dalam kehidupan berumah tangga. Saya teringat dengan filosofi tersebut karena beberapa waktu yang lalu saya membalas sebuah komentar di coretan saya sebelumnya yang berjudul “Hidup Tak Seindah Novel : Antara Segelas Susu, Sebatang Coklat, dan Semangkuk Es Krim” .

Komentar tersebut berbunyi :

“jadi mau gimana pun itu dalam hubungan suami istri tetep kudu ada momen romantisme kan ya mas?
*semoga gak salah menyimpulkan
cuman ya kadar intensitasnya yang beda2 tiap pasangan kali ya πŸ˜€
*soktahu nih hihihi

Yang kemudian saya balas :

romantisme itu mungkin ibarat bawang goreng di atas nasi uduk. secukupnya. biar lebih enak. tapi tanpa bawang goreng, nasi uduk pun bisa dinikmati πŸ˜€

Bawang goreng yang ditaburi di atas sepiring nasi uduk adalah semacam tambahan. Tujuannya tentu saja untuk menambah cita rasa dari nasi uduk tersebut agar lebih nikmat dan enak ketika di santap. Karenanya, jumlahnya tidaklah banyak. Seperlunya saja. Jika terlalu banyak, mungkin bisa menimbulkan rasa tidak enak atau pusing bagi yang memakannya.

Seperti itulah kiranya romantisme di dalam kehidupan berumah tangga. Keberadaannya akan menambah indah suasana, mempercantik warna kehidupan sepasang suami istri. Namun akan terasa aneh jika di setiap detik dan menitnya dilalui dengan segala hal yang romantis. “Nyelab” kalau orang Betawi bilang.

Setiap pasangan suami-istri mungkin memiliki standar romantisme yang berbeda-beda. Mungkin ada juga yang menganggap satu sama lain tidak romantis sama sekali. Hal tersebut bukanlah sebuah masalah. Kehidupan berumah tangga tetap bisa berjalan. Seperti halnya para penikmat nasi uduk, ada yang suka dengan bawang goreng dan ada pula yang tidak menyukainya. Mereka yang tidak menyukai bawang goreng, tetap bisa menikmati dan menghabiskan nasi uduk yang tersedia di atas piring di hadapan mereka.

Wallaahu a’lam.

 

*****

“Tulisan ini diikutsertakan dalam GiveAway Yuk Menulis Part 1”


Tulisan Terkait Lainnya :

32 respons untuk β€˜Romantisme Dalam Rumah Tangga Ibarat Bawang Goreng Di Atas Nasi Uduk’

  1. Gusti 'ajo' Ramli April 20, 2014 / 12:32

    Romantis itu perlu tapi jangan berlebihan.. Gak enak khan kalau bawang goreng lebih banyak dari pada nasi uduknya..

  2. pinkvnie April 20, 2014 / 13:53

    Nasi uduk pengrusak diet malamku … ckckck πŸ˜€

    • jampang April 20, 2014 / 17:09

      πŸ˜€
      Enak soalnya. Apalagi kalau masih hangat

  3. Yudhi Hendro April 20, 2014 / 15:11

    bawang goreng bikin selera kita makan nasi uduk bertambah πŸ™‚

    • jampang April 20, 2014 / 17:09

      Iya pak. Bagi yang suka. Bagi yg nggak suka, lain lagi

  4. Dyah Sujiati April 20, 2014 / 16:39

    Baru aja, saya makan bawang goreng! Berarti sy memakan keromantisan πŸ˜†

    • jampang April 20, 2014 / 17:10

      Pake nasi uduk nggak? Kalau nggak ya percuma.
      Apalah artinya keromantisan tanpa sebuah ikatan πŸ˜€

  5. yantist April 20, 2014 / 18:12

    Sy juga suka ngemil bawang goreng doang, mungkin karena itu saya suka novel2 romantis #eh :p

    • jampang April 20, 2014 / 18:29

      πŸ˜€
      Bisa jadi bisa jadi

  6. arip April 20, 2014 / 18:47

    Ibaratnya cuma komplementer. Ga wajib tapi kalau ada sih lebih baik. πŸ˜€

    • jampang April 20, 2014 / 20:28

      Kira-kira begitu πŸ˜€

  7. farizalfa April 21, 2014 / 07:15

    saya masih belum bisa makan yang namanya nasi uduk, hiks..
    Tapi kalau masalah bawang, di makanan manapun bawang itu emang hanya diperlukan secukupnya biar masakan nya mantap. πŸ˜€

    • jampang April 21, 2014 / 07:32

      mudah2an kapan2 bisa, mas πŸ˜€
      ya, begitulah bawang, mas

  8. Rahad April 21, 2014 / 17:27

    karena semua yg berlebihan itu enggak baik πŸ™‚ secukupnya ajaaa

  9. rianamaku April 21, 2014 / 19:56

    Nasi uduk pakai semur jengkol MANTAAAAAAP…..!!!!!!
    πŸ˜€
    wah enak yang ibunya pintar masak, mamak akun loe ngak pintar masak kalau masak selalu asin, tapi bikin kangen πŸ˜€
    kalau dalam perrnikan menurut aku lo yang penting saling menjaga.

    • jampang April 21, 2014 / 21:01

      Semur jengkol mantap! πŸ˜€

      Iya, saling menjaga dan memahami

  10. Baginda Ratu April 22, 2014 / 10:13

    Aaahh, nasi uduk! Di bandung susah euy, nemu nasi uduk yg seenak nasi uduk deket kampusku di kemanggisan dulu. Emang ya, nasi uduk yg enak itu yg dibikin sama ibu2 rumah tangga. Aku yakin bikinan ibu mas Rifki juga pasti enak, deh..

    • jampang April 23, 2014 / 05:24

      alhamdulillah enak. cuma kadarnya akan lebih enak jika nasi uduk itu dibuat dalam rangka syukuran. bumbunya jauh lebih terasa πŸ˜€

  11. rina rinz April 28, 2014 / 03:32

    selain nasi uduk yang kusuka, artikel ini juga sukaaa,
    Filosofinya tuuuhhh

    *saya lirik ini untuk dapat satu buku dari saya.

    Salam kenal ya πŸ™‚

    • jampang April 28, 2014 / 05:29

      terima kasih, mbak
      salam kenal juga πŸ˜€

  12. pitaloka89 April 28, 2014 / 11:26

    sejak hamil ga suka bawang goreng, jadi kalau beli nasi uduk ga pake bawang goreng.
    Selamat sudah menang GAnya πŸ™‚

    • jampang April 28, 2014 / 11:34

      nanti habis melahirkan bisa doyan lagi πŸ˜€

      terima kasih, mbak

      • pitaloka89 April 28, 2014 / 11:35

        mungkin mas… atau gpp ga suka seterusnya juga, soalnya suami ga suka juga. hehehe

      • jampang April 28, 2014 / 11:36

        ya ya… nggak masalah. cuma bawang goreng doank koq πŸ˜€

  13. ira nuraini April 30, 2014 / 08:27

    kalo pake bawang goreng mah sedaaaap….tapi kalo bawang mentah aq ogaaaah, ga suka.. πŸ™‚

    • jampang April 30, 2014 / 08:28

      πŸ˜€
      saya juga nggak suka bawang mentah. kalau ada bawang mentah di acar atau asinan, ya saya nggak makan

  14. nuzulularifin Mei 6, 2014 / 06:19

    Romantisme bagi saya ibarat mie instant… πŸ˜€

    • jampang Mei 6, 2014 / 07:34

      wah… filosofinya seperti apa tuh, pak

  15. Ida Nur Laila Mei 10, 2014 / 13:13

    selamat ya…udah menangin buku nih berkat sarapan nasi uduk

    • jampang Mei 10, 2014 / 14:22

      Iya mbak. Terima kasih πŸ˜€

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s