Berbelanja Tanpa Tatap Muka

Pasar merupakan sebuah tempat bertemunya para penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual-beli atas sebuah barang atau jasa. Di pasar, penjual dan pembeli melakukan tatap muka. Penjual menyediakan barang dan pembeli dapat melihat kondisi barang tersebut dan memilih, lalu keduanya melakukan tawar-menawar. Jika terjadi kesepakatan, pembeli melakukan pembayaran dan penjual menyerahkan barang kepada pembali. Transaksi selesai.

Kini, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi, pasar atau toko tidak selalu berwujud bangunan yang dapat dilihat bentuknya. Saat ini, penjual dan pembeli dapat melakukan transaksi meskipun keduanya tidak berada di tempat yang sama. Kesepakatan di antara keduanya bisa terjadi tanpa harus bertatap muka, bahkan tanpa perlu keluar rumah dan beranjak dari tempat tidur. Melalui komputer, laptop, bahkan handphone yang ada di dalam genggaman, semua itu bisa dilakukan.

Meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia dari tahun ke tahun, ternyata berbanding lurus dengan peningkatan pertumbuhan online shop. Setidaknya, hal tersebut bisa dibuktikan dengan adanya beberapa orang teman yang sebelumnya bekerja kemudian resign dan membuka online shop atau tetap bekerja sambil membuka online shop.

Berikut ini adalah sedikit hasil pengamatan saya terhadap beberapa tipe atau karakteristik online shop yang pernah bersinggungan baik langsung atau tidak langsung dengan diri saya.

media-online-shopping

Media Online yang Digunakan

Beberapa waktu yang lalu, salah seorang rekan kerja saya, sebut saja Mbak A, mengajukan resign dari pekerjaan dan kemudian membuka usaha online yang menjual aneka perlengkapan bayi dan anak. Mbak A menggunakan sebuah web sebagai etalase untuk memajang produk yang dijualnya. Para calon pembeli dipersilahkan melihat semua produk yang sudah dibagi ke dalam beberapa kelompok kategori.

Lain lagi dengan Mbak B, rekan kerja saya yang masih aktif sebagai pegawai, yang menjadikan fasilitas album di facebook sebagai wadah untuk memperlihatkan produk-produk yang dijualnya kepada calon pembeli. Secara berkala, Mbak B akan mengupdate album jualannya jika ada barang baru.

Di lain tempat, salah seorang teman istri saya, Mbak C, sering mengirimkan foto-foto baju muslimah melalui BBM. Selanjutnya, terjadilah obrolan atau percakapan di antara para anggota BBM Group yang membahas foto-foto tersebut, mulai dari harga, motif atau warna lain, bahan, dan sebagainya.

Adik lelaki saya, sebut saja D, pernah memasarkan sepeda motor saya yang ingin saya jual serta rumah paman saya yang ingin dikontrakkan melalui sebuah situs listing, semisal berniaga[dot]com. Hal yang hampir sama juga dilakukan oleh seorang teman saya yang lain, panggil saja F, yang memasarkan handphonenya melalui forum online seperti Kaskus. Situs listing dtau forum online menyediakan fasilitas bagi anggotanya untuk memasarkan produk atau jasa yang ingin dijual.

Dari kelima orang yang saya ceritakan di atas, mereka menggunakan empat media online yang berbeda untuk berjualan secara online, yaitu situs belanja online, social media, chatting, dan situs listing atau forum online. Namun bukan hal yang mustahil jika dalam prakteknya terjadi penggunaan dua media online dalam satu transaksi. Misalnya, seorang calon pembeli yang sudah menetapkan pilihan produk di web kemudian menghubungi penjualnya melalui BBM. Sebab adakalanya di web tersebut dicantumkan PIN BB dari si penjual.

Metode Pembayaran

Beberapa waktu yang lalu, setelah saya menetapkan pilihan buku yang akan saya beli di sebuah toko buku online, saya mendapatkan sebuah email yang berisi konfirmasi atas pemesanan yang saya lakukan. Di dalam email tersebut terdapat informas berupa judul buku, jumlah buku, harga buku, ongkos kirim, serta total biaya yang harus saya bayar. Untuk melanjutkan transaksi, saya diminta untuk melampirkan bukti transfer sejumlah total biaya. Transfer bisa dilakukan melalui ATM atau internet banking.

Setelah membalas email tersebut dengan melampirkan bukti transfer, saya mendapatkan email balasan lagi bahwa pesanan sedang diproses.

Di situs belanja lain, pembayaran tidak lagi dilakukan dengan transfer bank, melainkan dengan verifikasi kartu kredit atau paypal. Yang pasti, yang bisa melakukan transaksi di situs tersebut adalah para konsumen yang memiliki kartu kredit atau paypal saja.

Di lain waktu, saya pernah membeli kabel power dan adaptor laptop saya yang rusak. Saya membelinya melalui sebuah situs penjualan komputer dan asesorisnya. Saat bertransaksi, saya tidak diminta untuk mentransfer uang, sebab pembayaran dilakukan ketika barang saya terima berikut dengan kwitansi pembeliannya alias COD (Cash on Delivery).

metode pembayaran

Sepertinya, untuk yang metode pembayarannya menggunakan COD bisa dianggap tidak berbelanja secara online. Sebab transaksi sebenarnya baru terjadi ketika kurir yang bertindak sebagai wakil dari toko penjual bertemu dengan saya selaku pembeli. Penyerahan barang dan uang terjadi di tempat yang sama dan waktu yang sama. Jadi serupa dengan jual-beli biasa.

Plus Minus

Ketika seseorang memilih untuk berbelanja secara online, pastinya karena ada nilai lebih yang dapat dirasakan langsung dibandingkan dengan berbelanja secara offline. Beberapa kelebihan yang sempat saya rasakan di antaranya :

1) Adanya kepastian harga

Saya mungkin termasuk orang yang tak pandai untuk menawar harga suatu barang. Bila saya tidak menawar harga yang diberikan penjual, maka ada perasaan bahwa harga tersebut terlalu mahal. Sebaliknya, ada perasaan tidak enak bila saya menawar harga yang disebutkan penjual sebanyak separuhnya. Karenanya, saya jarang sekali belanja barang di mana harga yang dipatok masih bisa ditawar.

Di toko online, harga untuk setiap barang sudah ditentukan. Fix. Tidak bisa lagi ditawar. Saya merasa terbantu dengan kondisi yang seperti itu.

2) Banyak Pilihan yang Tersedia

Harga barang di toko online memang tidak bisa ditawar. Namun barang yang ditawarkan cukup banyak. Bahkan, saya bisa mencari dan membandingkan harga untuk barang yang sama dengan merek yang berbeda di satu toko online, maupun membandingkannya dengan toko online lain yang menyediakan barang serupa.

Yang perlu saya lakukan adalah melihat daftar barang yang tersedis di salah satu toko online atau membuka alamat toko online yang lain untuk kemudian membandingkannya. Semua itu bisa saya lakukan dengan cara menggerakkan mouse dan klik.

3) Hemat

Dengan menggerakkan mouse dan klik di komputer atau laptop, atau dengan menyentuhkan ibu jari di layar sentuh handpone untuk memilih dan membandingkan barang dan harganya, maka saya sudah melakukan banyak penghematan.

Ketika berbelanja offline, saya harus melangkahkan kaki dari satu toko ke toko lainnya agar saya mendapatkan gambaran dan perbandingan antara beberapa barang dan harganya. Sebab saya menginginkan barang dengan kwalitas yang bagus dan harga yang pas. Sementara ketika bebelanja online, untuk melakukan itu semua, saya tak perlu melangkahkan kaki. Saya cukup menggerakkan jemari saja. Artinya, dengan berbelanja online, saya bisa menghemat tenaga.

Saat berbelanja offline, untuk melakukan perbandingan barang dan harga dari satu toko dengan toko lainnya, selain harus mengeluarkan banyak tenaga, saya juga harus menyediakan waktu yang tidak sedikit. Namun, penghematan waktu bisa dilakukan ketika kegiatan membandingkan tersebut dilakukan antara satu toko online dengan toko online lainnya melalui komputer, laptop, ataupun handphone.

Untuk bisa sampai ke sebuah toko, maka ada ongkos yang harus dikeluarkan. Semakin jauh toko yang akan didatangi, maka semakin besar ongkos yang harus dikeluarkan. Karena berbelanja offline juga mengeluarkan tenaga dan waktu yang tidak sedikit, maka akan ada pengeluaran lain selain ongkos, setidaknya untuk makan dan minum. Dengan demikian, bertambahlah pengeluaran. Sementara jika berbelanja online, hanya biaya pengiriman saja yang menjadi biaya tambahan selain harga barang. Sementara pengeluaran ongkos, makan, dan minum, tidak ada.

plus-minus-belanja-online

Selain memberikan kelebihan, berbelanja secara online juga memiliki beberapa poin kekurangan. Di antaranya :

1) Barang tidak langsung diterima

Saat berbelanja online, ketika uang sejumlah harga barang sudah terkirim melalui transfer atau kartu kredit, barang yang sudah dibeli tidak bisa langsung diterima. Ada proses pengiriman terlebih dahulu. Jika jarak toko online dekat dengan rumah tinggal, mungkin satu atau dua hari barang baru tiba di rumah pemesan. Sementara jika kebetulan lokasi toko online tersebut jauh, barang mungkin baru bisa diterima oleh pembeli dalam hitungan beberapa hari.

2) Barang tidak sesuai harapan

Di toko online, calon pembeli hanya melihat foto atau gambar barang. Bukan bentuk fisiknya. Meskipun spesifikasi sudah dijelaskan dengan sangat detil oleh penjual, adakalanya ketika barang tersebut diterima, pembeli menemukan adanya ketidaksesuaian dengan harapan. Misalnya ukuran baju yang tidak pas meskipun ukurannya sama dengan yang biasa dikenakan, bahan yang tidak cocok karena tidak memegang langsung, atau sebagainya.

3) Penipuan

Jika barang yang diterima tidak sesuai dengan harapan, maka itu bukanlah penipuan. Itu terjadi karena pembeli tidak melihat dan merasakan langsung fisik barang. Sementara penipuan terjadi ketika uang sudah terkirim namun barang tidak kunjung datang, nomor telepon yang tertera di situs toko online juga tidak bisa dihubungi, atau kejadian lainnya yang tidak diharapkan.

Karenanya, ketika berbelanja online, faktor kepercayaan sangat mempengaruhi para pembeli apakah akan membeli barang di toko yang sama atau akan berpindah ke lain hati. Maka diperlukan kehati-hatian dan ketelitian untuk melakukan transaksi. Mendapatkan informasi mengenai online shop semisal testimoni dari para pelanggan yang sudah bertransaksi sebelumnya mungkin akan sangat membantu untuk mementukan apakah kita akan berbelanja di toko online tersebut atau tidak.

Semoga bermanfaat.

—o0o—

Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway Susindra III : Online Shop.

banner-online-shop

NB : Tanpa mengurangi rasa hormat dan terima kasih, untuk hadiah tiket seminar saya ikhlaskan untuk diperebutkan oleh peserta yang lain.


Tulisan Terkait Lainnya :

54 respons untuk β€˜Berbelanja Tanpa Tatap Muka’

  1. edwinlives4ever November 28, 2014 / 13:48

    I usually shop online via Tokopedia. It has a good payment system that focus on the safe transaction between buyer and seller. Buyer transfers payment to Tokopedia, Tokopedia check & confirm the payment to seller, seller process the order with chosen courier service integrated within the system, buyer receives the purchased good, Tokopedia forward the money to seller. A bit similar to that Rekber concept in Kaskus FJB.

    For online shopping in overseas online stores, I only deal with the ones which allow PayPal. I will never used my credit card directly for online shopping, for security reasons.

    • jampang November 28, 2014 / 16:14

      kalau sistemnya begitu lebih aman. jadi bertindak sebagai perantara dan penjamin transaksi antara penjual dan pembeli

      saya nggak punya kartu kredit jadi blum pernah transaksi pake itu kartu πŸ˜€

  2. dani November 28, 2014 / 13:57

    Pernah sekali kena tipu karena beli di temen blog. Alhamdulillaahnya balik setelah berbagai macam upaya..

    • jampang November 28, 2014 / 16:14

      alhamdulillah… masih rejeki, mas

  3. adejhr November 28, 2014 / 14:36

    baru nyoba sekali setelah itu ngak lagi. Barang tidak sesuai harapan πŸ˜€

    • jampang November 28, 2014 / 16:15

      kapok yah? πŸ˜€

      • adejhr November 28, 2014 / 16:43

        fotonya loh bang bagus bener. pas datang barangnya hehe. khusunya warnanya bang klo d foto keliatan lebih cerah

      • jampang November 28, 2014 / 16:43

        pastinya. bisa jadi angle dan pencahayaan bagus dan juga ada sedikit editan

  4. dizaz November 28, 2014 / 16:47

    pembahasannya lengkap,
    tetap aja ada kelebihan dan kekurangannya.

    • jampang November 28, 2014 / 16:48

      jika sistemnya dibuat manusia, pasti akan begitu

  5. nengwie November 28, 2014 / 20:12

    Teteh sekeluarga termasuk yang sering belanja online, perlindungan konsumen lumayan tinggi, jadi kalau barang yg datang ternyata tidak sesuai dgn gambar atau ukuran kekecilan/kegedean/tanpa alasan pun bisa dibalikin. Dan alhamdulillah ngga pernah kecewa.
    Cumaaaa ya itu harus nunggu, kecuali pakai jasa pengiriman kilat, tp kalau pesan pagi-pagi, besok siang sudah datang tuh barang πŸ™‚

    • jampang November 29, 2014 / 05:14

      kalau nunggunya nggak lama seh gpp, teh. asal jangan kelamaan. nanti keburu lupa kalau pernah beli barang itu πŸ˜€

      • nengwie November 29, 2014 / 05:25

        Biasanya bisa diikuti “perjalanan” paketnya kang, jd sudah tau kira2 kapan datangnya. Kalau kelamaan mah, batalin saja hehe

      • jampang November 29, 2014 / 05:27

        iya. perusahaan pengiriman di sini juga nyediain fasilitas itu di webnya.

        πŸ˜€
        dan jangan beli lagi di situ

  6. zilko November 28, 2014 / 20:19

    Internet memang sekarang memudahkan banyak hal ya. Tetapi tetap ada beberapa jenis barang yang aku lebih suka untuk membeli secara “tradisional” alias di tokonya, hehehe πŸ™‚ .

    • jampang November 29, 2014 / 05:13

      malahan ada yang bilang kalau belanja bertatap muka dengan pembelinya itu lebih asyik… ada perjuangan saat tawar-menawar. begitu berhasil, sensasinya luar biasa πŸ˜€

  7. adeanit4 November 28, 2014 / 20:55

    Iya bener…kayaknya online shop sekarang makin diminati sebagai bentuk usaha yang cukup menjanjikan prospek nya. Temanku juga jadi banyak yang buka olshop sekarang

    • jampang November 29, 2014 / 05:07

      iya mbak. tapi kalau sudah banyak, persaingan tambah ketat

  8. Firman Pamungkas November 28, 2014 / 21:35

    Ikut meramaikan saja deh, Om Jampang.. Hehe
    tulisannya selalu juara!

    • jampang November 29, 2014 / 05:06

      terima kasih, atas doanya…. aamiin πŸ˜€

  9. Mak Irits November 29, 2014 / 03:20

    Kalau saya, ada barang2 yang lebih suka dibeli di toko biasa tapi ada juga yang lebih suka beli online

    • jampang November 29, 2014 / 05:00

      iya mbak. sepertinya nggak semua barang bisa nyaman beli secara online. barang2 tertentu bisa jadi lebih nyaman beli langsung.
      terima kasih sudah berkunjung.

  10. Faris November 29, 2014 / 08:01

    Kalau masalah belanja-belanja onlen saya belum berpengalaman betul, cuma sesekali mau belanja Onlen itupun di situs yang udah terpercaya. πŸ™‚

    • jampang November 29, 2014 / 09:33

      saya juga cuma sebatas cerita di atas aja.
      nggak hobi belanja juga seh πŸ˜€

  11. ipah kholipah November 29, 2014 / 08:52

    zaman sekarang sudah canggih belanja ajah bisa online hehehe

  12. ysalma November 29, 2014 / 09:13

    Untuk barang2 tertentu, ada yg nyaman beli secara langsung,
    tapi utk yg lain, lebih efisien lewat online.
    Sukses GAnya.

    • jampang November 29, 2014 / 09:35

      masing barang dan masing-masing orang yang belanja, puna karakteristik sendiri-sendiri πŸ˜€

      terima kasih, uni

  13. Fier November 29, 2014 / 14:39

    Harus hati-hati kalau memilih belanja daring, dan tentunya harus memastikan apakan situs penjualan itu terpercaya atau tidak πŸ™‚

    • jampang November 30, 2014 / 05:14

      iya. harus hati-hati. kalau perlu cari info mengenai situs online tersebut, apakah bagus dan bisa dipercaya

      • Fier November 30, 2014 / 10:26

        Jujur saya sudah beberapa kali belanja daring, dan sampai saat ini masih aman2 saja. Tidak seperti sepupu saya yang duitnya melayang ditipu mentah2 (_ _”)

      • jampang November 30, 2014 / 12:55

        mungkin sepupunya perlu diajarin trik belanja daring yang aman, mas

      • Fier Desember 1, 2014 / 08:59

        Iya sudah saya nasehatin. Dan kayaknya perlu saya tunjukkan artikel ini ke doi untuk dibaca, biar ga ketipu lagi kedepannya. πŸ˜€

      • jampang Desember 1, 2014 / 09:17

        mudah2an bermanfaat

  14. Ope Site November 29, 2014 / 15:46

    belanja tanpa tatap muka harus lebih hati-hati

  15. Susindra November 30, 2014 / 13:37

    Online shop adalah salah satu alternatif menambah penghasilan. ada beragam caranya, yg terpenting, terjadi transaksi jual beli secara online. prospeknya pun sangat bagus. istri mas tidak ikut berjualan juga? πŸ˜‰
    terima kasih ya untuk ulasan lengkapnya. nyaris tak percaya kalo belum ada komentar saya di sini padahal sudah baca. ternyata berhenti di sini waktu itu krn listrik mati karena hujan badai di rumah. πŸ™‚ beruntung saya sering checking ulang takut ada yang terlewat.
    Jabat erat dari Jepara
    Susindra

    • jampang November 30, 2014 / 13:39

      sementara baru belanja, belum jualan, mbak πŸ˜€

      terima kasih sudah mampir bahkan sampe dua kali.

  16. bay November 30, 2014 / 20:18

    pilih toko online biasanya yang free ongkir, lumaya bisa lebih murah dibanding belanja langsung

    • jampang Desember 1, 2014 / 04:52

      lebih hemat lagi kalau yang begitu, mas

  17. faziazen Desember 1, 2014 / 13:25

    sukses GA-nya bang
    mengenai teman abang yang B kayaknya saya kenal deh..hehhhe
    pernah beli baju di olshop..bajunya muat, jaketnya gak muat xixixi ukurannya harus bener2 spesifik

    • jampang Desember 1, 2014 / 13:34

      terima kasih, mbak.
      Iya, kah? yakin orangnya yang sama? soalnya teman saya yang masih aktif dan jadi OS ada beberapa πŸ˜€

      • faziazen Desember 1, 2014 / 15:23

        oo bukan yang anak mp itu ya..hhehhe

      • jampang Desember 1, 2014 / 16:15

        saya kan nggak bilang gitu πŸ˜€

  18. Aul Howler Desember 1, 2014 / 14:02

    Fix

    Aku adalah salah satu tipe orang zaman dulu yang nggak pernah berani belanja online
    Punya kebiasaan harus pegang dan raba barang nya dulu, baru mau beli

    haha

    • jampang Desember 1, 2014 / 14:34

      lebih afdhal ya πŸ˜€

  19. Aul Howler Desember 1, 2014 / 14:04

    Fix

    Aku adalah salah satu tipe orang zaman dulu yang nggak pernah berani belanja online
    Punya kebiasaan harus pegang dan raba barang nya dulu, baru mau beli

    haha

    P.S.
    Link nya salah ketik haha

    • jampang Desember 1, 2014 / 14:34

      nggak ada link-nya koq

  20. Rivanlee Desember 1, 2014 / 21:30

    dari toko online yang ada, saya lebih sering di kaskus. sebelumnya minta review ke buyer sebelumnya tentang sellernya sih

    • jampang Desember 1, 2014 / 22:31

      nah… itu cara aman untuk belanja online. cari tahu sellernya terpercaya atau nggak

  21. Wiwik Widiyatni Desember 14, 2014 / 10:45

    Saya beberapa kali belanja online termasuk dari blog multiply sebelum tutup. Memuaskan kok… Sampai sekarang masih suka belanja online tapi seringnya liat dari instagram…

    • jampang Desember 14, 2014 / 11:16

      ahamdulillah semuanya lancar ya, mbak

  22. Cek Ongkir JNE Maret 9, 2015 / 19:43

    Saya baru sekali beli di Tokopedia, Lumayan ngehemat waktu dan tenaga buat keluar.

    • jampang Maret 10, 2015 / 07:26

      apalagi ada yang dapat diskon yah πŸ˜€

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s