Catatan Perjalanan di Irisan Tanah Surga

image

“Lombok adalah irisan tanah surga”. Itu adalah sebuah kutipan yang saya dengar beberapa hari yang lalu. Kutipan yang menggambatkan tentang bagaiamana keindahan yang dimiliki Pulau Lombok. Tetapi, ketika berada di pulau tersebut, saya tak sempat menikmati segala keindahan yang ada di Lombok. Sebab keberadaan saya di Lombok yang hanya dua hari dua malam bukan untuk jalan-jalan, tetapi karena tugas dari kantor. Karenanya, coretan ini tidak akan bercerita tentang keindahan Lombok yang sudah menjadi daerah incaran baru bagi wisatawan baik domestik maupun manca negara. Coretan ini hanyalah untuk mendokumentasikan apa yang saya alami dan rasakan ketika berangkat dan berada di Lombok.

Cerita keberangkatan saya ke Lombok sudah saya tuliskan dalam coretan saya yang berjudul “Ojek Mepet”.

Tugas saya kali ini cukup mendadak. Terima tugas hari Selasa, Rabu berangkat. Di tanggal tua pula. Untunglah partner saya bersedia membantu membelikan dahulu tiket pesawat untuk berangkat dan pulang, serta menanggung dahulu biaya menginap di hotel selama dua malam. Padahal, kami belum lama kenal. Hanya saja sekali atau dua kali, kami mendapat tugas bersama.

Tiket pesawat dan hotel dibayar oleh partner saya itu dengan kartu kredit yang tagihannya bisa dibayar bulan depan. Tapi kurang enak juga kalau sampai bulan depan saya bayarnya. Jadi sementara saya bayar utang saya separuhnya ketika masih di Lombok. Dengan uang tersebut, partner saya bisa membelikan oleh-oleh cantik untuk istrinya di rumah. Insya Allah Senin akan saya lunasi sekalian dengan berbagai hitung-hitungannya.

Partner saya membayar tiket pesawat dan hotel melalui sebuah web travel yang cukup ternama. Jadinya, saya berpikir untuk menulis semacam review tentang mudah dan murahnya pembelian tiket pesawat dan booking hotel via web tersebut serta bagaimana kondisi hotel tempat kami menginap. Apalagi jika melihat penampakkan kamar hotel tempat kami menginap cukup bagus. Hitung-hitung belajar buat review hotel.

Tapi keinginan hanya tinggal keinginan. Kami dikecewakan oleh pihak hotel.

Tidak Terlambat

Kami berangkat ke Lombok dan kembali ke Jakarta dengan pesawat dengan maskapai yang terkenal dengan keterlambatannya. Kami terpaksa memenggunakan maskapai tersebut karena kami mencari tiket yang murah sebab kami harus membayarnya dengan uang kami terlebih dahulu. Alhamdulillah, pesawat yang kami tumpangi baik saat berangkat atau pulang tidak mengalami keterlambatan.

Kartu Nama

Dari bandara ke hotel, kami menggunakan jasa taksi bandara. Ongkosnya Rp. 150.000. Terjadilah sedikit perbincangan. Termasuk tawaran dari sopir taksi untuk menjemput ketika kami akan ke bandara atau mengantarkan kami keliling-keliling Lombok jika di lain waktu kami kembali lagi. Tak lupa, pak sopir memberikan kartu namanya. Keren. Saya saja sampai sekarang belum punya kartu nama selembar pun.

Pindah Hotel

Tiba di hotel yang sudah kami booking dan bayar sekitar pukul setengah dua belas malam waktu setempat. Namun, pihak hotel menyatakan bahwa kamar sudah penuh. Padahal, sesuai dengan kwitansi yang kami terima jelas sekali bahwa kamar hotel sudah kami booking dan bayar.

Merasa bersalah, pihak hotel akhrnya memindahkan kami ke hotel lain dengan biaya ditanggung oleh pihak hotel. Kami pasrah. Namun yang jelas, baru kali ini saya dipindahkan hotel macam pindah kopaja atau metromini.

Di hotel yang baru, kamarnya dilengkapi dengan tv kabel, AC, Wifi, dan perlengkapan  lainnya. Tapi sayang, di kamar mandi, tidak ada sikat dan pasta gigi. Hiks.

Jadinya, tak ada review tentang hotel tempat saya menginap di Lombok.

Tak Ada Kembalian

Dari hotel ke lokasi acara, kami menggunakan jasa taksi putih yang dipesan melalui pihak hotel. Saat tiba di tujuan, angka di argo menunjukkan angka hampir dua puluh ribuan. Saya berniat memberikan ongkos dengan melebihkannya menjadi dua puluh lima ribu.

Saya sodorkan selembar uang lima puluh ribuan. Pak sopir meminta saya membayar dengan uang kecil atau uang pas. Saya katakan, kembalikan saja dua puluh lima ribu. Tanpa menolak, pak sopir langsung menuruti permintaan saya.

Di pagi berikutnya terjadi hal serupa. Angka di argo nyaris dua puluh ribu. Saya pun berniat sama seperti pagi sebelumnya. Saya serahkan selembar uang pecahan seratus ribu. delapan puluh ribu adalah jumlah kembalian sesuai dengan hitungan argo. Pak sopir menjawab tidak ada uang kembalian. Kemudian saya katakan, kembalikan saja tujuh lima. Pak sopir langsung mengeluarkan uang dari sakunya. Lalu Pak sopir bertanya apakah saya memiliki uang lima ribuan. Saya serahkan lima ribuan, sehingga uang yang dikembalikan pak sopir kepada saya menjadi delapan puluh ribu. Ya, delapan puluh ribu. Jumlah kembalian sesuai dengan angka di argo yang sebelumnya Pak sopir bilang tidak ada kembalian sejumlah itu.

Karena saya memang sudah berniat membayar dua puluh lima ribu, maka saya tak protes kepada Pak sopir atas kelakuannya tersebut.


Tulisan Terkait Lainnya :

26 thoughts on “Catatan Perjalanan di Irisan Tanah Surga

  1. ade_jhr Mei 29, 2016 / 00:24

    Ini yg d sebut asik ngak asik kemaren itu ya hehe.. Wah wah d pindah hotel itu rasanya pasti kzl ya mana sudah malam pastilah lelah ๐Ÿ˜„

  2. zilko Mei 29, 2016 / 00:55

    Itu sopir taksinya kayaknya malas ya kalau harus memberikan kembalian. Padahal bagaimana sih, dia kan sedang mencari rejeki, hahaha๐Ÿ˜† .

    Hotelnya sepertinya menerapkan prinsip overbooking ya๐Ÿ™‚ . Yah, seenggaknya mereka masih bisa mencarikan kamar di hotel lain sih. Mudah-mudahan hotel lainnya fasilitasnya setara, atau bahkan lebih baik, daripada hotel yang dipesan itu๐Ÿ™‚

    • jampang Mei 29, 2016 / 09:22

      Ya nggak semua sopir seperti itu juga seh๐Ÿ˜€

      Soal hotel, untungnya begitu. Hotel barunya cuma beda blok aja. Tp ya kecewa tetap kecewa. Niatnya mau review malah nggak jadi

  3. ayanapunya Mei 29, 2016 / 07:33

    Kok sopirnya aneh gitu ya? Bilang nggak tapi pas dibilangin kembaliannya berapa langsung ada kembalian

    • jampang Mei 29, 2016 / 09:13

      Entahlah, mbak. Mungkin memang beda sopir di perusahaan taksi A dengan taksi B. Mungkin juga karena memang saya udah niat sebelumnya. Jadi ya…. Ketawa aja dalam hati…๐Ÿ˜€

  4. alrisblog Mei 29, 2016 / 13:32

    Kenapa kelakuan sopir taksi dimana saja hampir sama? Tak ada uang kembalian. Aneh juga hotel beralasan penuh, padahal sudah bayar duluan.

    • jampang Mei 29, 2016 / 19:00

      Saya seh jarang naik taksi, mas. Jd nggak tahu kalau yg begitu itu kebiasaan๐Ÿ˜€

  5. Adi Setiadi Mei 30, 2016 / 05:29

    Bahkan orang bilang tanah kita tanah surga ๐Ÿ˜ƒ

      • wisnuwidiarta Mei 30, 2016 / 08:45

        Blue Bird punya layanan taksi berbentuk mobil yang murah juga Mas.

      • jampang Mei 30, 2016 / 08:48

        yang sedan, mobilio, sama alphard pernah nyoba… yang murah itu yang mana, mas?

      • wisnuwidiarta Mei 30, 2016 / 08:49

        Yang dari blue birdnya, yang mesti nelpon ke call center buat jemput

      • jampang Mei 30, 2016 / 08:50

        bentuknya mobil apa?

      • wisnuwidiarta Mei 30, 2016 / 08:57

        Innova waktu itu saya dapatnya

      • jampang Mei 30, 2016 / 09:05

        plat hitam?

      • wisnuwidiarta Mei 30, 2016 / 09:35

        Waduh lupa warna platnya wkwkwkw

      • jampang Mei 30, 2016 / 09:43

        ๐Ÿ˜€
        lebih murah dari grab car / go car?
        hari sabtu saya nyoba kedua aplikasi itu dan gagal total. nggak dapat driver

      • wisnuwidiarta Mei 30, 2016 / 09:44

        Oh Gojek dan Grab udah sampai Lombok??

      • jampang Mei 30, 2016 / 09:48

        bukan. di jakarta.๐Ÿ˜€

        kalau di lombok pakai taksi biasa

      • wisnuwidiarta Mei 30, 2016 / 09:54

        Oh gak coba pake uber? Bisa pake cash juga

      • jampang Mei 30, 2016 / 09:56

        sudah pernah saya instal, pas register harus masukin nomor CC. saya nggak punya. jadi nggak bisa lanjut dan akhirnya saya uninstall

      • wisnuwidiarta Mei 30, 2016 / 09:57

        Sekarang udah bisa pake cash Mas.. Dulu iya

      • jampang Mei 30, 2016 / 10:02

        oooo…. belum nyoba lagi setelah itu

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s