Petrikor, Hujan, dan Masa Lalu

aku dan puisi
..:: Petrikor ::..

kau bertanya tentang hujan dan petrikor yang menurutmu romantis
ini jawabku demi mendapatkan senyummu yang manis

dibanding petrikor, aku lebih menyukai rintik hujan
rintik hujan yang turun bisa menyamarkan air mataku yang mengalir hingga tak seorang pun tahu bahwa aku sedang menangis
sementara petrikor yang hadir menyapaku hanya akan membuatku bersin tak berkesudahan
apakah itu yang namanya romantis?

..:: Hujan ::..

hujan
kau turun
menyapa wajahku
menyamarkan air maya yang mengalir karena pilu
karenanya aku masih bisa melangkah
tanpa seorang tahu hatiku yang gundah

..:: Masa Lalu ::..

kita memiliki sejarah dan masa lalu yang berbeda
yang mungkin menyisakan sedih dan pilu
tetapi kita punya cita dan harapan yang sama
yang mungkin akan terwujudkan ketika kita bersatu


Baca Juga Puisi Lainnya :

5 thoughts on “Petrikor, Hujan, dan Masa Lalu

  1. RahmanBatopie, M.gs Juni 16, 2016 / 15:24

    Hujan..
    Menyapa wajahku.. Mengalir menuju bibirku.. Tak sengaja terminum..
    Batal deh puasanya haha

    • jampang Juni 17, 2016 / 10:21

      yah…. mending jangan mandi hujan kalau gitu😀

  2. cumilebay.com Juni 19, 2016 / 12:59

    Dan jakarta sudah 2 hari di guyur hujan, jadi makin ngantuk saja menikmati ramadhan hehehe

    • jampang Juni 20, 2016 / 10:14

      hari ini hanya mendung aja😀

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s