Ketika Masa Berganti, di Kelompok Mana Kita Berdiri?

2014-2015

Perjalanan waktu akan terus berjalan maju. Tak akan pernah berhenti. Tak akan pernah berulang. Apalagi surut ke belekang. Detik menjadi menit. Menit menjadi jam. Jam menjadi hari. Hari menjadi minggu. Minggu menjadi bulan. Bulan menjadi tahun. Tahun pun terus berganti, seperti halnya tahun 2014 yang baru saja berganti menjadi tahun 2015.

Terhadap pergantian tahun, biasanya, ada tiga kelompok orang yang memiliki perbedaan sikap dalam menghadapinya.

Ada sebagian orang yang menganggap pergantian tahun sebagai sebuah momen yang harus dirayakan. Bertambahnya masa yang bisa dinikmati. Untuk itu, mereka memiliki banyak cara untuk memeriahkannya. Ada yang mengisi malam pergantian dengan cara berpesta, menggelar panggung hiburan, membakar ratusan kembang api untuk menerangi langit malam, atau sekedar menikmati ayam bakar dan jagung bakar bersama orang-orang terdekat. Mereka ingin menikmati detik-detik pergantian tahun dengan cara yang akan membuat mereka gembira.

Bagi sebagian orang yang lain, pergantian tahun tak ada bedanya dengan pergantian hari yang selalu mereka lewati kemarin, kemarin lusa, minggu lalu, bulan lalu, dan tahun-tahun sebelumnya. Hanya pergantian dari detik ke detik, menit ke menit, jam ke jam, hari ke hari. Tak ada yang spesial atau istimewa. Yang mereka lakukan ketika malam pergantian tahun adalah apa yang mereka lakukan seperti di malam-malam biasa. Yang biasa tidur, merek akan tertidur. Yang biasa melakukan hal lain, mereka akan melakukan aktifitas tersebut.

Ada pula sebagian orang yang menyikapi pergantian tahun dengan sebuah perenungan. Perenungan bahwa sisa waktu yang tersedia dalam bentuk usia mereka semakin berkurang. Pergantian masa hanya akan membuat mereka semakin dekat dengan sebuah akhir perjalanan.

Mereka melakukan evaluasi atas apa yang sudah terjadi dan apa yang telah mereka lakukan selama tuga ratus enam puluh luma hari yang lalu. Mereka menghitung-hitung berapa jumlah kebaikan di dalamnya. Mereka juga mengkalkulasi berapa jumlah keburukan di dalamnya. Lalu mereka akan menemukan jumlah mana yang lebih banyak.

Tak hanya sampai di situ. Jika mereka menemukan jumlah kebaikan yang lebih banyak, mereka akan mempersiapkan diri untuk meenjalani hari-hari ke depan agar mereka bisa mempertahankan kebaikan-kebaikan tersebut. Jika mampu, mereka akan menambahkan lagi jumlah kebaikan tersebut agar lebih banyak.Sebaliknya, jika mereka menemukan keburukan yang lebih banyak jumlahnya, mereka akan melakukan introspeksi diri. Mereka akan berusaha untuk tidak mengulangi keburukan yang sama di hari-hari berikutnya. Bahkan mereka akan mempersiapkan diri agar tak akan ada lagi keburukan di masa depan. Agar mereka bisa selamat dan bahagia di masa yang tak abadi dan di masa yang berkekalan.

Lantas di kelompok manakah kita berdiri?

 


Tulisan Terkait Lainnya :

10 respons untuk β€˜Ketika Masa Berganti, di Kelompok Mana Kita Berdiri?’

  1. dani Januari 4, 2015 / 01:44

    pergantian tahun buat saya adalah momen biasa saja yang tidak istimewa tapi saya sadar kalau ke depannya banyak yang harus ditingkatkan dan dibenahi, itu tidak perlu menunggu momen ganti tahun kan Bang? πŸ˜€

    • jampang Januari 4, 2015 / 05:17

      iya. nggak perlu, mas. kapan aja bisa

  2. pipit Januari 4, 2015 / 09:01

    Sy pergantian tahun biasa aja Bang. Malah tidur kyk biasanya d rumah. Meski ada harapan utk lbh baik lagi ke depannya.

    • jampang Januari 4, 2015 / 09:24

      idemlah kalau gitu πŸ˜€

  3. capung2 Januari 5, 2015 / 16:59

    Gag ada yg spesial dr setiap pergantian malam tahun baru bagi saya.

  4. winterwing Januari 8, 2015 / 15:35

    saya ingin menghargai waktu perpindahan tahun. karena momen itu langka. hanya setahun sekali. jadi saya ingin merayakannya untuk menandai dan menghargai pergantian tahun. kemudian islam melarang perayaan tahun baru. jadi begadang sampai lewat tengah malam baru tidur. kalo bisa sih renungan tapi bingung renungan gimana? gak punya diary dan laporan aktivitas tahunan sih. harian aja nggak punya apalagi tahunan.

    • jampang Januari 8, 2015 / 16:33

      perenungannya bisa versi masing-masing, kan nggak ada bentuk bakunya

      • winterwing Januari 9, 2015 / 08:32

        iya ya. yang penting renungan. sampe ketiduran. hehehe …

      • jampang Januari 9, 2015 / 09:32

        πŸ˜€

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s