Bukan Sekadar Rp. 2.000,-

ilustrasi : http://shutterstock.com/

Uang senilai Rp. 2.000,- menurut saya masih berharga. Masih bisa digunakan untuk membayar angkot Mikrolet untuk jarak dekat. Masih bisa digunakan sebagai alat tukar dua atau tiga potong gorengan, atau sebuah roti dan dua gelas air minum kemasan untuk mengganjal perut. Mungkin masih banyak lagi yang bisa dibeli atau diganti dengan uang senilai tersebut. Termasuk untuk membayar parkir sepeda motor di sebuah mini market.

Yang jelas, sejumlah uang tidak genap nilainya menjadi 1 milyar jika kurang Rp. 2.000,-. Sepakat?

Konon katanya, bagi para ibu yang suka belanja kebutuhan sehari-hari di pasar, selisih harga sebesar Rp. 2.000,- pasti akan cari, meski harus sedikit ngotot ketika menawarnya atau lebih banyak melangkahkan kaki dan tambahan tenaga untuk mengelilingi pasar hingga menemukan pedagang yang memberikan harga lebih murah.

Jika benar demikian, sepertinya beberapa waktu yang lalu saya melakukannya.

Alkisah, saya biasanya membeli barang-barang kebutuhan semisal sikat dan pasta gigi, sabun mandi, serta shampo di sebuah mini market. Mini market ini adalah yang paling sering saya kunjungi. Sebab selain berbelanja, terkadang saya sekaligus menarik uang dari ATM yang tersedia di dalam mini market tersebut.

Seorang tukang parkir selalu berjaga di pelataran parki mini market tersebut. Ongkos parkir yang ditarik olehnya dari setiap motor yang parkir adalah seribu rupiah. Tak masalah. Saya pun merasa biasa-biasa saja.

Hingga kemudian di suatu hari, ketika saya menyerahkan selembar uang lima ribu rupiah, tukang parkir tersebut mengembalikan sejumlah tiga ribu rupiah. Itu artinya ada kenaikan ongkos parkir. Entah siapa yang menaikkannya. Pengelola mini market atau si tukang parkir? Wallahu a’lam.

Pernah pada suatu hari, saya bermaksud menarik uang dari ATM di mini market tersebut. Setelah memarkirkan sepeda motor, saya langsung langsung masuk menuju ATM. Ternyata, ATMnya kosong atau rusak. Saya pun segera kembali ke tempat parkir, menyalakan sepeda motor, dan memacunya segera untuk menghindari si tukang parkir. πŸ˜€

Di waktu-waktu berikutnya, ketika saya membeli barang-barang yang saya sebutkan di atas, saya pindah mini market. Lokasinya jelas jauh berbeda. Jika mini market yang saya ceritakan di atas berada di sebelah barat rumah, mini market yang baru saya kunjungi beberapa kali itu berada di selatan rumah. Dari segi jarak mungkin beda-beda tipis. Tapi soal parkir gratis yang mendorong saya untuk berpindah tempat belanja.

Apakah yang saya lakukan itu wajar atau karena saya pelit? Entahlah πŸ˜€

Bicara soal tukang parkir, saya jadi teringat dengan sebuah artikel yang bercerita tentang semangat atau etos kerja orang Indonesia. Dalam artikel tersebut, penulis mengutarakan jika orang Indonesia diberikan dua benda untuk dipilih, yaitu cangkul dan pluit, maka orang tersebut akan memilih peluit.

Penggambaran tersebut, lanjut penulis, mengindikasikan bahwa semangat orang Indonesia untuk bekerja keras sangat kurang. Karena hanya dengan meniup sebuah peluit, tanpa perlu memerah banyak keringat, tanpa perlu menguras banyak tenaga, dan bahkan tanpa perlu menunggu waktu yang lama seseorang bisa mendapatkan sejumlah uang. Sebaliknya bagi orang yang menggunakan cangkul, perlu banyak tenaga yang dikeluarkan, perlu banyak keringat yang menetes, dan bahkan tidak bisa dalam waktu instan untuk menghasilkan lembar-lembar rupiah.

*****

Suatu ketika, sekitar pukul enam pagi, saya sudah memacu motor saya menuju kantor. Di salah satu sisi jalan yang saya lalui, saya melihat sebuah truk berhenti di tepi jalan. Beberapa orang sedang menurunkan barang berupa meja, kursi, bangku panjang, dan berbagai jenis barang lainnya yang sepertinya terbuat dari bambu. Saya sudah dapat pastikan bahwa selanjutnya meja, kursi, dan barang-barang lainnya tersebut akan dibawa oleh para pedagangnya. Dan biasanya, satu atau dua buah bangku panjang akan dipanggul oleh satu orang yang kemudian akan berkeliling menjajakan dagangannya tersebut.

Beberapa waktu kemudian, saya melihat truk dengan muatan yang sama dengan yang saya lihat sebelumnya. Tak dapat saya bayangkan betapa beratnya kursi, meja, bangku panjang tersebut. Jangankan untuk membawanya keliling, untuk mengangkatnya saja sudah pasti memerlukan tenaga yang tidak sedikit.

Ternyata, mereka tidak malas, bahkan mungkin semangat kerjanya lebih tinggi daripada saya.

Di lain waktu, sekitar pukul tujuh belas sore, saya sudah berada di atas motor saya untuk pulang ke rumah. Sebelum melewati jalan raya, saya melewati beberapa pertigaan. Dan setiap pertigaan tersebut berdiri beberapa orang pemuda dengan peluit atau tanpa peluit sedang mengatur kendaraan yang lewat. Salah satunya memegang dan menyodorkan gelas plastik bekas air minum kemasan kepada para sopir. Beberapa keping uang logam dan lembar kertas mengisi gelas tersebut.

Di beberapa mini market yang pernah saya datangi, di areal parkirnya sudah dapat dipastikan ada seseorang yang menjadi tukang parkir. Sesekali ia meniup peluit ketika ada kendaraan datang atau keluar. Selembar ribuan pun sudah pasti ia terima ketika sebuah motor atau mobil meninggalkan areal parkir mini market tersebut. Dalam pikiran saya, mungkin oreng-orang tersebut yang masuk dalam kelompok orang-orang yang memiliki semangat kerja yang kecil seperti yang dikategorikan oleh penulis dari artikel yang pernah saya baca.

*****

Alhamdulillah, mungkin itulah yang harus diucapkan. Bersyukur ketika melihat para pekerja yang harus lebih keras untuk membanting tulang dan harus lebih banyak memeras keringat dibandingkan kita namunΒ  penghasilan yang kita terima jauh lebih besar daripada mereka.

Alhamdulillah, mungkin itulah yang tetap diucapkan. Karena dengan kondisi yang ada, para tukang parkir tersebut masih bisa terhindar dari perbuatan kriminal seperti mencuri atau mencopet.

Wallahu a’lam.


Tulisan Terkait Lainnya:

[bad & good] Tukang Parkir
[bad & good] Tukang Parkir

Jasa Pijat Dengan Nuansa Plus-plus
Jasa Pijat Dengan Nuansa Plus-plus

Ingin Berbagi, Atau Bermalas Diri?
Ingin Berbagi, Atau Bermalas Diri?

Antara Hati dan Para Penyapu Jalanan
Antara Hati dan Para Penyapu Jalanan

Pergi Karena Harta, Pulang Karena Cinta
Pergi Karena Harta, Pulang Karena Cinta

52 respons untuk β€˜Bukan Sekadar Rp. 2.000,-’

  1. jaraway November 21, 2013 / 18:47

    sekadar pak.. hehe sesuai eyd

    • jampang November 21, 2013 / 18:49

      salah yah?
      sudah diperbaiki πŸ˜€
      terima kasih

  2. jaraway November 21, 2013 / 18:49

    jadi inget kickandy edisi ttg aturan tarif parkir

    • jampang November 21, 2013 / 18:50

      gimana tuh?
      saya nggak nonton

      • jaraway November 21, 2013 / 18:52

        aturan ttg parkir..
        kalo aturan pemda cuma 1000 tapi kenapa ditarik jadi 2000 dan tidak ada jaminan ‘keselamatan’
        kalo ilang ya udah..
        nah ada advokat yang memperjuangkan hal itu..

      • jampang November 21, 2013 / 18:53

        ooooo…. sepertinya saya lihat sekilas… yg ada orang nuntut dan berhasil dapat ganti rugi bukan?

      • jaraway November 21, 2013 / 18:54

        iyup.. hehe =D

      • jampang November 21, 2013 / 18:56

        ooo saya liat pas pak andy nanya soal itu. habis gitu ditinggal atau diganti channelnnya πŸ˜€

  3. nurme November 21, 2013 / 19:44

    Alhamdulillah.
    Disini dua ribu masih dapat 4 gorengan atau 2 buah roti.

    • jampang November 21, 2013 / 20:58

      Alhamdulillah… Lumayan

      • nurme November 22, 2013 / 06:29

        Alhamdulillah πŸ™‚

  4. Omnduut November 21, 2013 / 20:22

    Aku lebih rela menuju ke minimarket yang lebih jauh (dengan resiko binsin habis) yang parkirnya gratis ketimbang minimarket deket tapi kudu bayar parkir. Bukannya apa-apa, (biar deh dikatakan pelit) soalnya tuh juru parkir kok rasanya enak banget kerjanya. Modal tampang doang dah dapet duit puluhan ribu (pasti deh lebih dari 20 orang yang ke minimarket itu tiap hari) kadang2 juga protes ke yang punya minimarket, pemiliknya gak tahu menahu, kebanyakan preman yang jaga. Ah malesin banget :p

    • jampang November 21, 2013 / 21:00

      Kalau di sekitar rumah ada bbrapa mini market. Rata2 seh ada tukang parkirnya… Krn areal parkirnya lumayan luas. Yg saya pindah ini, tempat parkirnya terbatas. Jd mgkn premannya malas nungguin.

      Iya… Lumayan banget jumlahnya. Kalau dr pagi sampe malam… Lima puluh motor mgkn ada kali

  5. Ina November 21, 2013 / 22:05

    selama di RS parkirnya murah… 1500. dan recehan 500-nya selalu kutunggu setelah aku ngasih 2000-nya he he he….

    • jampang November 22, 2013 / 07:35

      kalau di kantor saya…. ngasih 1000 boleh, 2000 boleh banget, nggak ngasih juga gpp πŸ˜€

      • Ina November 26, 2013 / 06:38

        yaa berarti artinya GRATIS dunk…

      • jampang November 26, 2013 / 09:45

        cuma kebanyakan pada ngasih πŸ˜€

      • Ina November 26, 2013 / 15:04

        klo banyakan ngasih brrti ga ngasih jd ga enak banget deh

      • jampang November 26, 2013 / 15:05

        makanya saya ngasih aja. meskipun ada beberapa kali saya lihat cuma ngembaliin kartu parkirnya doank πŸ˜€

  6. ayanapunya November 22, 2013 / 07:08

    saya pernah hampir berantem sama tukang parkir gara-gara saya ngerasa dia nipu saya πŸ˜€

    • jampang November 22, 2013 / 07:35

      nipu gimana, mbak?

      • ayanapunya November 22, 2013 / 08:28

        Saya kan ngantar ibu ke pasar. Trus kan nunggu di dekat toko. Ada yang datangin. Trus bilang “mba parkir nggak? Kalau nggak parkir naruh motornya di depan aja.” Trus saya pindahin motor kan jadinya ke depannya. Eh pas sdh di situ didatengin lagi sama orang itu. Bilangnya, “mba tahu nggak dari sana sampai sini itu bayar parkir. Kalau mau gratis di ujung sana,” sambil nunjuk ke arah ujung jalan. Saya udah panas aja nih. Tapi akhirnya saya kasih aja uang parkirnya. Eh hbs itu org itu ngomong lagi, “gaji berjuta2 tapi nggak mau bayar parkir.” Saya langsung emosi dan bilang,” situ nipu saya mas! Tadi bilang di sini nggak bayar. Saya
        di sini malah ditagih. Kalau mau narik parkir bilang yang bener. Nggak usah nipu!”
        Asli deh saya sebel banget

      • jampang November 22, 2013 / 08:32

        wah… nggakl bener tuh tukang parkir. wajarlah kalau marah… ditipu gitu

      • ayanapunya November 22, 2013 / 08:43

        Yup, mas. Trus juga dibilangin sama salah satu penjual di situ kalau mas itu emang suka gitu sama orang yang nunggu di motor.

      • jampang November 22, 2013 / 09:01

        wah… bukan tukang parkir lagi donk… preman jadinya

      • ayanapunya November 22, 2013 / 09:11

        Iya kayaknya, mas. Preman pasar

      • jampang November 22, 2013 / 09:12

        mudah2an sekarang udah nggak ada lagi πŸ˜€

      • ayanapunya November 22, 2013 / 09:28

        Belum ada lihat lagi sih kemarin πŸ™‚

      • jampang November 22, 2013 / 09:30

        syukurlah….

  7. pitaloka89 November 22, 2013 / 09:47

    Saya juga suka males kalau ngasih tukang parkir… apalagi kalau cuma sebentar dan yang dicarinya ga ada…
    Mahalan parkirnya ketimbang belanjanya…

    • jampang November 22, 2013 / 09:52

      nah, seperti cerita saya yang langsung kabur karena mau ngambil duit di ATM tapi kosong πŸ˜€

      • pitaloka89 November 22, 2013 / 10:11

        mira kalau ga disamperin atau ga dimintain ga ngasih πŸ˜€
        Pelit pelit deh…

      • jampang November 22, 2013 / 10:16

        pinter πŸ˜€

        ketika saya nulis sebuah reply tentang ini ada yang PM mending nggak usah ngasih, sebab ngasih ke tukang parkir karena illegal πŸ˜€

      • pitaloka89 November 22, 2013 / 10:21

        hehe…

        Tapi pernah liat dimini market ada tulisan parkir gratis, harusnya disemua dibuat aja begitu ya… πŸ™‚

      • jampang November 22, 2013 / 10:24

        nah di mini market yang saya datangi akhir2 ini ada tulisan itu. kenapa di mini market lainnya nggak ada, nah ada hal-hal yang kita nggak ketahui, mbak

      • pitaloka89 November 22, 2013 / 10:28

        iya πŸ™‚

      • jampang November 22, 2013 / 10:33

        πŸ˜€

  8. ibuseno November 22, 2013 / 10:53

    gorengan dpt 2 skrng mas dng uang segitu πŸ™‚

    • jampang November 22, 2013 / 10:58

      iya teh, makanya saya sebutkan dua atau tiga gorengan

      tapi lumayanlah buat ganjal perut πŸ˜€

  9. Firsty Chrysant November 23, 2013 / 19:08

    aku jarang bayar uang parkir kalo ke mini market deket kos… Ga diminta soalnya, πŸ™‚

    • jampang November 23, 2013 / 22:18

      πŸ˜€
      kalau nggak diminta ya nggak usa ngasih

      • Firsty Chrysant November 24, 2013 / 10:43

        emangg… Tau aja kali… warga situ juga… πŸ™‚

      • jampang November 24, 2013 / 15:58

        Ooooo…. Ya lumayanlah… Gratis parkir πŸ˜€

      • jampang November 25, 2013 / 12:13

        πŸ˜€

  10. edi padmono November 26, 2013 / 10:20

    uang saku anak anak sekolah Rp 2000 dan mengaji Rp 2000 juga, walaupun tidak dibuat jajan dan akhirnya ditabung kecelengannya masing-masing tapi kalau tidak ada wah bisa pada ngambek ga mau sekolah.

    • jampang November 26, 2013 / 10:23

      masih sangat berharga ya mas…. jadinya masih layak untuk diperjuangkan…. tentunya untuk hal yang baik dan bermanfaat

  11. capung2 November 27, 2013 / 15:31

    selisih 2000 buat pedagang itu sdh cukup besar..

    rasanya gag ikhlas jga ya klo hanya bbrp menit mengeluarkan kocek 2000 buat tk parkir

    • jampang November 27, 2013 / 15:46

      iya mas… nggak ikhlas rasanya πŸ˜€

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s