Sabiq’s Diary : Belajar Berdiri Sendiri

sabiq belajar berdiri sendiriSudah lihat sepatu baruku yang dibelikan Abi dan Ummi? Sehari setelah dibelikan, aku langsung mengenakannya saat diajak Abi dan Ummi kondangan. Rasanya nyaman di kaki. Aku tak mengeluh seperti ketika mengenakan sepatu lama yang lapisan alas bagian dalamnya terlepas dan tertekuk.

Di tempat acara, aku kadang duduk dipangku dan digendong oleh Abi dan Ummi secara bergantian. Aku juga sempat duduk di bangku yang berwarna merah dengan posisi menghadap ke sandaran. Nah, di saat itulah aku unjuk kebolehan ke Abi. Kedua tanganku memegang erat sandaran kursi dan dengan sekuat tenaga aku angkat tubuhku untuk berdiri.

Horeeeee! Aku sudah bisa berdiri sendiri!

Aku senang sekali. Aku melakukannya berulang-ulang sambil tersenyum dan tertawa. Abi juga tertawa ketika melihat aksiku itu.

Sayangnya, di rumahku tak ada kursi seperti di tempat resepsi pernikahan yang aku datangi. Memang ada kursi dan sofa di rumah, tetapi tanganku belum cukup kuat untuk memegang bagian tepinya sambil menarik berat tubuhku hinga aku berdiri. Bagian tepinya terlalu besar dibandingkan genggaman tanganku. Begitu juga dengan bagian tepi tempat tidur.

Akhirnya aku memanfaatkan benda lain seperti helm milik Abi dan kursi plastik kecil yang biasa diduduki Ummi saat memandikanku di bak. Tetapi, kedua benda tersebut tidak cukup tinggi untuk membantuku berdiri dengan tegak. Aku hanya bisa berdiri dengan posisi agak membungkuk. Posisi tubuh yang kurang ideal untuk proses pembelajaranku. Begitu menurut Ummi.

Sampai saat ini, hanya ada satu benda yang bisa kujadikan sebagai tempat untuk belajar berdiri sendiri yang ideal dan aku menyukainya. Bagian atas sofa di rumah.

Di rumahku ada sofa berwarna hijau. Bagian yang bisa diduduki agak lebar. Sayangnya, seperti yang sudah kusebutkan di atas, kedua tanganku yang mungil belum bisa memegang bagian tepinya dengan kuat. Sedangkan bagian atas sandarannya cukup kuat dan pas di tanganku. Aku bisa menggunakannya sebagai alat bantu untuk berdiri sendiri dan aku sangat menyukainya.

Namun untuk menggunakannya, aku butuh bantuan Abi atau Ummi untuk mendudukkanku di atas sofa tersebut. Selain itu, aku tidak bisa menggunakan sofa tersebut sepanjang hari. Aku hanya bisa menggunakannya saat diriku mengenakan diapers. Kalau sedang menggunakan diapers, aku tidak mungkin berada di atas sofa. Aku khawatir aku akan pipis di atas sofa dan membasahinya. Kalau sudah begitu, Abi dan Ummi akan repot😀

Berikut ini adalah video aksiku belajar berdiri sendiri di atas sofa  yang diambil oleh Abi.

 


Baca Diaryku Lainnya :

11 thoughts on “Sabiq’s Diary : Belajar Berdiri Sendiri

  1. Ria Angelina April 20, 2016 / 09:41

    Yeeeeeee semanga ya nak, tapi hati hati ya belajar nya..

    • jampang April 20, 2016 / 15:41

      terima kasih, tante. nanti aku upload video aksiku selanjutnya😀

  2. zilko April 20, 2016 / 17:46

    Sabiq cepat ya belajarnya. Sekarang sudah belajar berdiri, hehehe

    • jampang April 21, 2016 / 08:17

      iya, om. sekarang aku belajar berjalan sambil pegangan

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s