Mahar Mewah, Namun Kau yang Terindah

rings-icon“Bagaimana, Zul?” Tanya Sali sambil memamerkan perhiasan emas yang melingkari jari manis dan pergelangan tangannya. Perhiasan itu adalah mahar dari Zul di hari pernikahan mereka.

Zul tersenyum memandang tingkah Sali. “Indah!”

“Cuma itu doang, Zul?” Sali tak puas dengan jawaban Zul.

Ada yang kurang dari jawabanku. Pikir Zul.

“Kamu terlihat lebih cantik, Sal!” Zul menambahkan jawabannya.

Zul bangkit dari duduknya. Mendekati Sali. Memeluknya dari belakang. Lalu keduanya memandang bayangan mereka di cermin.

“Jadi, kalau aku tidak mengenakan gelang dan cincin ini, aku tidak cantik?”

Zul hanya tertawa mendengar protes Sali.

“Kamu kok malah tertawa? Jadi benar kan, aku tidak cantik tanpa perhiasan ini?” Sali melanjutkan protesnya.

“Siapa yang bilang?” Zul balik bertanya dengan nada bercanda.

“Kamu!”

“Kapan?”

“Barusan!”

“Masa sih?” Zul kembali bertanya. Menggoda Sali.

“Iyaaaa….!” Sali mulai menekuk wajahnya.

“Aku tidak bilang begitu kok!” Zul membantah.

“Tadi kamu bilang begitu, Zuuuul!”

Zul kembali tertawa.

“Aku tadi bilang begini : Kamu terlihat lebih cantik.” Zul menjelaskan. “Itu artinya, kamu sudah cantik. Tanpa mengenakan perhiasan itu kamu tetap cantik. Perhiasan itu hanya menambah kecantikanmu. Begitu!”

“Benar begitu, Zul?” Sali bertanya sambil memandang pantulan wajah Zul di cermin.

“Yup! Benar begitu. Perhiasan itu memang indah. Apalagi jika dirimu yang mengenakannya. Tetapi, sesunguhnya, dirimu adalah perhiasan terindah yang kumiliki.”

Sebuah senyum kembali terlukis di wajah Sali.

“Sal, ketahuilah…

bila ada yang bertanya
tentang perhiasan yang aku punya
maka engkaulah perhiasanku sesunggunya

bila ada yang bertanya
tentang tempat yang paling indah kurasa
maka di sisimulah sebagai jawabnya

bila ada yang menanyakan
tentang bagaimana menghapus kegundahan
maka cukuplah memandangmu ketika memberiku senyuman

bila ada yang menanyakan
tentang kapan aku merasakan kesepian
maka itu adalah saat aku dan kau terpisahkan

bila ada sejuta pesona menggugah
maka dirimu yang yang sholihah
adalah perhiasanku yang terindah.”


“Dunia adalah perhiasan (kesenangan) dan sebaik-baik perhiasan (kesenangan) dunia adalah wanita (istri) shalihah.” (HR.Muslim)


Tulisan Samara Lainnya :

108 respons untuk ‘Mahar Mewah, Namun Kau yang Terindah

  1. ayanapunya Oktober 24, 2013 / 08:50

    Ini adalah contoh susahnya berdialog dengan perempuan 😀

    • jampang Oktober 24, 2013 / 09:01

      dibilang begini salah… dibilang begitu… yaa… gitu deh 😀

      • ayanapunya Oktober 24, 2013 / 09:08

        Dibilang begitu ya tambah salah D

      • jampang Oktober 24, 2013 / 09:17

        jadi sebagai laki-laki, harus gimana?

      • ayanapunya Oktober 24, 2013 / 09:23

        Liat moodnya dulu kali ya. Kalau lagi baik bisa digombalin. Kalau lagi jelek siap2 deh semua omongan pasti salah 😀

      • jampang Oktober 24, 2013 / 09:31

        anggap situasi di atas lagi badmood. jadi dijawab apa aja pertanyaan itu pasti salah yah?

        😀

      • ayanapunya Oktober 24, 2013 / 09:45

        Biasanya kalau soal penampilan pasti bakalan salah deh jawabannya. Bagusnya mungkin memuji sebelum ditanya 😀

      • jampang Oktober 24, 2013 / 09:56

        ooooo…… begituuuu…. ya… ya…

      • ayanapunya Oktober 24, 2013 / 10:12

        Itu menurut saya. Nggak tahu pendapat yang lain 🙂

      • jampang Oktober 24, 2013 / 10:14

        cukup mewakili…. xixixixixixi

      • ayanapunya Oktober 24, 2013 / 10:19

        Mewakili saya sendiri yak 😀

      • jampang Oktober 24, 2013 / 10:23

        paling tidak….. demikian 😀

      • ayanapunya Oktober 24, 2013 / 10:29

        Okelah. Semoga ada yang ngasih pendapat lagi 🙂

      • jampang Oktober 24, 2013 / 10:29

        kita lihat saja nanti

  2. ibuseno Oktober 24, 2013 / 10:21

    kata2nya ini aduuuh..bikin cewek klepek2 🙂

    • jampang Oktober 24, 2013 / 10:23

      termasuk teteh?
      klepek2 juga?

      😀

      • ibuseno Oktober 24, 2013 / 10:34

        Kalo digituin ya klepek2 juga laaah 🙂

      • jampang Oktober 24, 2013 / 10:37

        abaikan soal puisinya.

        soal kalimat sebelumnya….menurut teteh, perempuan itu sering bikin bingung nggak. misalnya, nanya ke babe soal pilihan A atau B. di dalam hati sudah ada pilihan B. tapi begitu dijawab A, manyun. terus jawaban berubah jadi B, protes tadi katanya A… plin-plan.

        bener nggak? 😀

      • ibuseno Oktober 24, 2013 / 10:39

        Kebanyakan wanita begitu.. sama aja sprt pertanyaan wanita, ” aku gemukan ya ? ” enggak koq kurus.. lho koq kurus, apa nampak kurang makan.. bla bla bla

        atau saat beli baju, bagus gak ini, dibilang jelek marah, di bilang bagus pdhal gak bagus..

        wanita memang mahluk membingungkan, tapi maunya dimengerti kayak lagunya Ada Band 🙂

      • jampang Oktober 24, 2013 / 11:05

        Karena wanita ingin dimengerti… 😀

        Tips dari Ari Laso bekerja nggak yah?

        Sentuhlah dia di hatinya…

        😀

      • ibuseno Oktober 24, 2013 / 11:06

        Nah bener tuh bisa mas

      • jampang Oktober 24, 2013 / 11:16

        tapi nanti balik lagi nggak ke contoh yang teteh bilang sebelumnya 😀

      • ibuseno Oktober 24, 2013 / 11:21

        Hahaha,iya,gitu aja terus gak abis2

      • jampang Oktober 24, 2013 / 11:31

        xixixixixixi…. ya… ya…

  3. Ie Oktober 24, 2013 / 10:28

    cewek memang membingungkan .. karena itu aku ga suka cewek… 😀

    • jampang Oktober 24, 2013 / 10:29

      😀

      sipppplah

      • Ie Oktober 24, 2013 / 10:35

        aku sukanya cwo…
        jia ha ha ha ha ha ha…

      • jampang Oktober 24, 2013 / 10:44

        normal 😀

  4. pinkvnie Oktober 24, 2013 / 11:01

    So sweet … Biasanya rayuan begitu awal pernikahan ja … 🙂

    • jampang Oktober 24, 2013 / 11:06

      Ooo… Begitu yah?

      • pinkvnie Oktober 24, 2013 / 12:38

        kata org yg sdh nikah sih realitanya begitu … cb tny k org yg sdh nikah … 🙂

      • jampang Oktober 24, 2013 / 12:43

        ooooo…. yaa… yaaa…

      • pinkvnie Oktober 24, 2013 / 12:48

        nah ka rifki termasuk gol yg mn nih? gol mayoritas (realita) atau minoritas (cerita) … 🙂

      • jampang Oktober 24, 2013 / 13:13

        saya nggak masuk yang mana-mana. karena setiap pernikahan beda-beda dan pelakunya juga beda-beda.

      • pinkvnie Oktober 24, 2013 / 21:52

        yayaya … 🙂
        Rayuan kyk d crt mmg hrs slalu ada smp tua, jgn cm d awal … n jgn cm suami ja yg ngerayu tp istri jg kasihan nnt suaminya kehabisan rayuan lg … 🙂

      • jampang Oktober 25, 2013 / 03:47

        lho? jadi berubah pendapat

      • fenny Oktober 25, 2013 / 05:44

        Bkn brbh pendapat. Tp sesuatu itu hrs d lht dr 2 sisi n ambil bag2 yg baiknya. “Mencoba netral” 🙂
        Pendapat pertama itu realita, n pendapat kedua itu keinginan n yg seharusnya.

      • jampang Oktober 25, 2013 / 06:01

        oooo… begitu… sip..sip…

      • fenny Oktober 25, 2013 / 07:26

        Yup … Sop … Sop … 😀

      • jampang Oktober 24, 2013 / 12:18

        setidaknya sudah siap jika beberapa tahun setelah pernikahan mendapatkan suami yang sudah tidak merayu dan romantis lagi 😀

      • herma1206 Oktober 24, 2013 / 13:17

        atau suaminya yg ternyata dingin kayak mas rifki…eh salah..kayak batu es 😀

      • jampang Oktober 24, 2013 / 13:20

        wekssss

      • herma1206 Oktober 24, 2013 / 13:22

        wekssss itu mksdnya apa ya..???
        *ini nanya serius…

      • jampang Oktober 24, 2013 / 13:28

        nggak ada maksud apa2… mirip sama 😛

      • herma1206 Oktober 24, 2013 / 13:43

        salah nulis..mksdnya mau nanya itu “arti”nya apa..
        saya pikir ekspresi..maaf.. “muntah”, udah mau nyiapin wadah padahal 😀

      • jampang Oktober 24, 2013 / 13:46

        kalau muntah itu….. “huekkksss!”

      • herma1206 Oktober 24, 2013 / 14:08

        aaaaaaarghhhhh….muncrat kemana2…
        basah dah semua.. :-l

      • jampang Oktober 24, 2013 / 14:14

        nanti kalau shalat harus diganti bajunya.

      • herma1206 Oktober 24, 2013 / 14:18

        yaah….gak bawa baju ganti, gimana dunk..

      • jampang Oktober 24, 2013 / 14:27

        silahkan cari solusi sendiri.kan udah pinter

      • herma1206 Oktober 24, 2013 / 14:32

        emang pinter siiih…tpi yg muntah siapa hayoo…. 😛

      • jampang Oktober 24, 2013 / 14:34

        kalau pinter, fokus pada penyelesaian masalah

      • herma1206 Oktober 24, 2013 / 14:44

        dicuci gitu…??? basah2an deh jadinya..

      • jampang Oktober 24, 2013 / 15:21

        bisa begitu.

      • herma1206 Oktober 24, 2013 / 15:38

        okelah kalau begitu..

      • pinkvnie Oktober 24, 2013 / 12:45

        @herma: terima kasih n salam kenal …
        asyik ada pendukung 😀

      • herma1206 Oktober 24, 2013 / 13:19

        sama2..salam kenal kembali..:)

      • pinkvnie Oktober 24, 2013 / 12:58

        @ka rifki: kalau sdh menikah, siap ngga siap hrs siap … “kyk baris berbaris ja” 😀

      • jampang Oktober 24, 2013 / 13:11

        ya memang harus siap 😀

  5. herma1206 Oktober 24, 2013 / 11:31

    Itu si sali lagi pms, maklumi aja 😀

    • jampang Oktober 24, 2013 / 12:18

      yaa. yaa….

      • herma1206 Oktober 24, 2013 / 13:18

        belajar memaklumi wanita lah.. 😀

        bukunya barusan nyampe..ada duitnya..xixixi..

      • jampang Oktober 24, 2013 / 13:20

        bonus 😀

      • herma1206 Oktober 24, 2013 / 13:23

        yaaah….kurang banyak atuh…

      • jampang Oktober 24, 2013 / 13:28

        banyak atau sedikit yang anda beri, maka sebanyak dan sesedikit yang kau terima

        😀

      • herma1206 Oktober 24, 2013 / 13:41

        berarti saya ngasihnya kurang banyak ya..makanya nerimanya juga gak banyak 😀

      • jampang Oktober 24, 2013 / 13:46

        kira-kira begitu 😀

      • herma1206 Oktober 24, 2013 / 14:07

        tapi quote “banyak atau sedikit yang anda beri, maka sebanyak dan sesedikit yang kau terima” itu emang bagus. kok..maknanya dalam…

      • jampang Oktober 24, 2013 / 14:13

        yup…. betul banget 😀

      • herma1206 Oktober 24, 2013 / 14:17

        banget,,banget..betul…

  6. nengwie Oktober 24, 2013 / 14:27

    Jadi ingat “puisi iseng” mas Tri buat teteh tuh hehe

    • jampang Oktober 24, 2013 / 14:34

      yang gimana, teh?

      • nengwie Oktober 24, 2013 / 14:35

        Ntaar… Ubek2 dulu.. Kali2 masih ada hehe

      • jampang Oktober 24, 2013 / 14:38

        ok… langsung kasih linknya aja

      • jampang Oktober 24, 2013 / 15:21

        itu pernah dipublish di MP yah? koq sepertinya saya sudah baca 😀

      • nengwie Oktober 24, 2013 / 15:38

        Kha khan ada tulisan tteh, ini dapat mindahin sebagian dr MP, berhubung gaptek yo wes teteh tulis lg pake tambah sana sini jugaaa hehe

      • jampang Oktober 24, 2013 / 15:40

        teteh pindahin satu-satu?

      • nengwie Oktober 24, 2013 / 17:31

        Iyaaa… gaptek pisan yaah? tp ya postingan teteh jg ndak banyak..yg banyak di QN nya itu lho..wuaaaaa..ilang tp yg penting itu komentar2nya Kang…:((

      • jampang Oktober 24, 2013 / 17:50

        kalau saya sebagian besar bisa masuk ke WP plus komentar2nya. sebagian lain juga ada yang nggak berhasil.

        komentarnya justru yang lebih berharga daripada tulisannya ya, teh?

        😀

      • nengwie Oktober 24, 2013 / 18:22

        Sebetulnya mah dua2nya jg berarti, cuma lewat komentar2 itu, kita lebih tau apresiasi pembaca, termasuk yg oot nya yang bikin kangen dan akrab 🙂

      • jampang Oktober 24, 2013 / 18:25

        iya. OOT kanya cuma ada di MP 😀

      • nengwie Oktober 24, 2013 / 15:39

        Maksud teteh disesuaikan dgn kondisi saat tteh nulis di WP 🙂

      • jampang Oktober 24, 2013 / 15:41

        oooo….

        saya juga akan posting ulang tulisan MP di WP kalau ada yang belumada di sini dan edit sedikit2 😀

      • nengwie Oktober 24, 2013 / 14:45

        Oh ya itu puisi isengnya sudah lamaaa thn 2007-an deh waktu itu teteh cembetut, teteh suka nulis ttg dia, dia ngga pernah, naah dikirimlah itu oretannya kang mas lewat imel.. Sebelumnya SMS..
        “Schatz.. Buka e-mail deh.. Hab dich lieb”
        Begitu dibaca.. Langsung nangis dan senyum2 deh teteh.. Terharuu.

      • jampang Oktober 24, 2013 / 15:22

        ikutan terharu, teh.

  7. jaraway Oktober 24, 2013 / 18:45

    hahahaha
    jadi ikut ketawa
    ribet

    • jampang Oktober 24, 2013 / 18:58

      perempuan emang ribet yah?

      xixixixixixixi

  8. ahmad Oktober 25, 2013 / 02:26

    sama seperti aya saya.. ^_^

    • jampang Oktober 25, 2013 / 03:48

      oh yah?

  9. nurme Oktober 25, 2013 / 06:08

    Neng Sally, kalau sudah jadi suami katanya sebaiknya manggil suami sebaiknya tidak hanya nama. Tapi pakai embel-embel. Kan sudah jadi pemimpin dalam rumah tangga.

    Wanita.. kadang ngeselin tapi sering ngangenin kaaaan…. 🙂

    • jampang Oktober 25, 2013 / 06:20

      apa ada keharusan begitu? kalau merasa nama masing-masing adalah panggilan mesra, gpp kan?

      • nurme Oktober 25, 2013 / 06:47

        Dalam beberapa nasehat pernikahan yang saya dengar sih begitu. Maap kalau salah 🙂

      • jampang Oktober 25, 2013 / 08:41

        ooo…. ya mungkin begitu

      • nurme Oktober 25, 2013 / 11:12

        Diambil yang baik-baiknya ajah kalau saya 🙂

      • jampang Oktober 25, 2013 / 12:57

        Yup

      • nurme Oktober 25, 2013 / 13:02

        🙂

      • nurme Oktober 25, 2013 / 06:47

        Dalam beberapa nasehat pernikahan yang saya dengar sih begitu. Dalam beberapa akad nikah. Maap kalau salah 🙂

      • jampang Oktober 25, 2013 / 08:42

        gpp. bisa saling share aja

      • nurme Oktober 25, 2013 / 11:12

        Iya ya.. Terimakasih ya.. 🙂

      • jampang Oktober 25, 2013 / 12:50

        sama-sama

Tinggalkan jejak anda di sini....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s